Abstract :
Daerah penelitian secara administratif termasuk ke dalam Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Secara geografi daerah penelitian terletak pada koordinat 108o23’31.2†BT – 108o24’3.6†BT sampai dengan -6o42’50.4†LS - -6o43’19.2†LS. Lokasi penelitian termasuk kedalam formasi Anggota Batugamping Kompleks Kromong. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui litologi, karakteristik kimia dan implikasinya terhadap provenance dan palaeo salinitas pada batugamping serta sebaran kualitas batugamping sebagai bahan baku semen portland di Kuari X. Kandungan kimia batugamping dianalisis menggunakan metode XRF. Litologi pada daerah penelitian terdiri dari 3 (tiga) litologi yaitu batugamping klastik wackestone, batugamping klastik packstone dan batulempung. Berdasarkan hasil analisis XRF, korelasi antar senyawa oksida SiO2 - Al2O3 - Fe2O3 – MgO menunjukkan korelasi yang positif, sedangkan dengan senyawa CaO memiliki korelasi yang negatif yang mengindikasikan bahwa peningkatan SiO2, Al2O3, Fe2O3, MgO diakibatkan oleh penurunan senyawa CaO. Hal ini dapat menjadi petunjuk bahwa batugamping di daerah penelitian dipengaruhi oleh suplai bahan detrital. Senyawa SiO2 berasal mineral terigen yaitu kuarsa, Al2O3 dan Fe2O3 ktidak teridentifikasi pada sayatan tipis, MgO dan CaO berasal dari grain mineral karbonat dan fosil. Berdasarkan klasifikasi kimia batugamping yang memperhatikan rasio Ca/Mg didapatkan 3 (tiga) jenis batugamping yaitu Magnesian Limestone, Dolomitic Limestone yang mengindikasikan batugamping tersebut secara kualitatif diendapkan pada lingkungan yang memiliki tingkat salinitas dan evaporasi yang tinggi yaitu dekat dengan garis pantai. Sedangkan Pure Limestone diendapkan jauh dari garis pantai dengan tingkat salinitas dan evaporasi yang rendah. Berdasarkan analisis XRF pada daerah penelitian, batugamping yang dapat digunakan sebagai bahan baku semen portland tipe I, II, III, IV dan V yaitu batugamping yang memiliki kandungan CaO lebih dari 50%.