DETAIL DOCUMENT
Penilaian Bahaya Geologi Daerah Jatinangor dan Sekitarnya, Kabupaten Sumedang, Jawa barat
Total View This Week5
Institusion
Universitas Padjadjaran
Author
Akbar, Rizki Fernanda
Subject
 
Datestamp
2021-11-23 00:00:00 
Abstract :
Jatinangor merupakan sebuah kawasan pendidikan yang terletak di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Saat ini terdapat beberapa instansi pendidikan di Jatinangor seperti; Institut Teknologi Bandung (ITB), Univer sitas Padjajaran (UNPAD), Institut Koperasi Indonesia (IKOPIN), dan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Perkembangan Kawasan Jatinangor menjadi kawasan perkotaan sudah direncanakan dalam Rencana Umum Tata Ruang Kawasan (RUTRK) Pendidikan Jatinangor (1999-2010). Namun masalah lingkungan dan sosial menyebabkan Jatinangor masih belum bisa menjadi kota yang ideal seperti yang telah direncakan. Hal ini dikarenakan kurangnya perencanaan dan kontrol dalam pengembangan wilayah Jatinangor sesuai dengan aspek lingkungan. Oleh karena itu, perlu dilakukannya penelitian lebih lanjut mengenai lingkungan, terutama mengenai penilaian bahaya geologi yang menjadi kendala dalam pembangunan Kawasan Jatinangor. Penilaian bahaya geologi bertujuan untuk memberikan informasi mengenai daerah yang-daerah yang rawan bahaya dan memerlukan perhatian khusus dalam pengembangannya sehingga pengambilan keputusan dalam perencanaan pembangunan dapat dilakukan dengan matang. Penilaian bahaya geologi yang dilakukan menggunakan metode pembobotan dan skoring. Skoring dilakukan dengan menggabungkan beberapa peta bahaya. Parameter yang digunakan dalam peta bahaya geologi meliputi peta erosi, peta gerakan tanah dan peta gempabumi. Dalam analisis penilaian bahaya geologi terdapat adanya hubungan antara kondisi geologi dan geologi teknik dengan penilaian bahaya geologi serta dampak bahaya geologi dalam pembangunan Kawasan Jatinangor dan sekitarnya. Daerah yang terindikasi dilewati patahan aktif rawan terkena gempabumi serta material tanah yang bersifat lepas akan rawan terkena retakan tanah dan likuifaksi setelah terjadi gempabumi. Daerah yang memiliki kondisi seperti ini akan susah untuk dikembangkan karena memiliki potensi bahaya yang tinggi serta memerlukan biaya dan teknologi yang tinggi untuk dibangun agar tahan terhadap bencana. 

Institution Info

Universitas Padjadjaran