Abstract :
Flavonoid adalah senyawa metabolit sekunder yang memiliki bioaktivitas yang berguna bagi kesehatan seperti aktivitas antioksidan, anti inflamasi, antibakteri, antivirus, kardioprotektif, anti-diabetes dan antikanker. Penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur Malassezia furfur dan Trichophyton mentagrophytes adalah masalah kesehatan masyarakat global. Diperkirakan bahwa 20-25% populasi dunia menderita penyakit kulit akibat jamur dan insiden nya akan terus bertambah. Penelusuran senyawa antijamur dari golongan flavonoid perlu dilakukan karena pada dasarnya di alam, flavonoid merupakan zat pelindung tumbuhan dari serangan patogen termasuk jamur. Flavonoid ditemukan di berbagai famili tumbuhan, termasuk famili Meliaceae. Salah satu spesies famili Meliaceae adalah spesies Chisocheton balansae C.DC yang belum pernah diteliti. Minimnya informasi kandungan flavonoid dalam genus Chisocheton menjadi alasan perlunya eksplorasi kandungan senyawa flavonoid dalam spesies C. balansae C.DC beserta aktivitas antijamurnya guna membantu dalam pencarian senyawa obat antijamur baru dari golongan flavonoid. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh dan mendapatkan senyawa flavonoid dari kulit batang C. balansae C.DC dan menentukan aktivitas antijamur senyawa flavonoid hasil isolasi terhadap jamur M. furfur dan T. mentagrophytes. Serbuk kulit batang C. balansae C.DC diekstraksi secara bertahap dengan pelarut n-heksana, etil asetat dan metanol. Ekstrak etil asetat dipisahkan dan dimurnikan dengan berbagai metode kromatografi hingga akhirnya diperoleh empat senyawa murni. Empat senyawa murni dan ekstraknya diuji aktivitas antijamurnya terhadap jamur M. furfur dan T. mentagrophytes dengan metode mikrodilusi untuk mendapatkan nilai minimum inhibitory concentration (MIC) dan minimum fungicidal concentration (MFC). Struktur kimia senyawa murni ini ditentukan dengan berbagai metode spektroskopi (1H-NMR, 13C-NMR, DEPT dan 2D-NMR) dan perbandingan dengan data spektra yang telah dilaporkan. Empat senyawa ini diidentifikasi sebagai senyawa flavonoid kelas flavan-3-ol, yaitu katekin (1), epikatekin (2), epigalokatekin-3-O-galat (3) dan epikatekin-3-O-galat (4). Aktivitas antijamur senyawa (1 – 4) terhadap M. furfur memiliki MIC 62,5 µg/mL, sedangkan terhadap jamur T. mentagrophytes memiliki MIC 125 µg/mL. Senyawa 2 dan 4 memiliki efek daya bunuh jamur paling tinggi dengan nilai MFC sebesar 250 µg/mL terhadap M. furfur, namun terhadap jamur T. mentagrophytes senyawa (1 – 4) kurang aktif dengan memiliki nilai MFC lebih dari 1000 µg/mL.