Abstract :
Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) merupakan tanaman dari famili Rutaceae yang
memiliki potensi penghasil minyak asiri yang dapat diperoleh diantaranya pada
bagian kulit buahnya. Minyak asiri mengandung senyawa yang memiliki berbagai
aktivitas menarik seperti sebagai antibakteri. Namun, minyak asiri mempunyai
kelemahan yaitu bersifat volatil dan mudah berubah karena perubahan lingkungan
sehingga diperlukan teknik pengemasan khusus agar zat aktif tersebut tidak mudah
hilang, yaitu dengan cara mikroenkapsulasi. Mikroenkapsulasi merupakan suatu
teknologi pengemasan dari bahan yang berbentuk padatan, cairan, atau gas dengan
penyalut polimer yang tipis, berbentuk partikel kecil yang disebut mikrokapsul.
Tujuan penelitian ini ialah mendapatkan jenis pengikat silang dan jumlah yang tepat
untuk menghasilkan mikrokapsul dengan karakter optimal, dan untuk mengetahui
aktivitas antibakterinya. Tahapan penelitian terdiri dari preparasi minyak asiri kulit
C. aurantifolia dengan metode hidrodistilasi; mikroenkapsulasi minyak asiri
dengan teknik koaservasi kompleks menggunakan tiga jenis pengikat silang yaitu
glutaraldehid, CaCl2, dan formaldehid. Selanjutnya menetapkan jumlah optimum
dari jenis pengikat silang terpilih. Karakterisasi mikrokapsul meliputi penetapan
parameter rendemen, ukuran partikel dengan PSA, kandungan minyak, dan
effisiensi enkapsulasi dengan UV, morfologi mikrokapsul dengan SEM. Aktivitas
antibakteri diujikan terhadap bakteri Staphylococcus aures, Staphylococcus
epidermidis, Escherichia coli, dan Klebsiella pneumonia. Hasil penelitian
menunjukkan glutaraldehid merupakan pengikat silang terbaik dengan rendemen
mikrokapsul, kandungan minyak, dan efisiensi enkapsulasi berturut-turut sebesar
33,09%; 74,31%; dan 53,40%, dan bentuk mikrokapsul bulat halus, homogen
dengan diameter rata-rata sebesar 1,554 μm. Hasil optimasi jumlah glutaraldehid
pada lima variasi yang diujikan ditinjau dari morfologi, topologi, dan distribusi
partikelnya adalah 1,5 mmol, dengan rata-rata rendemen, kandungan minyak,
efisiensi enkapsulasi berturut-turut sebesar 46,30%; 63,43%; dan 90,59%. Bentuk
mikrokapsul lonjong, halus, dan homogen dengan diameter rata-rata sebesar 1,574
μm. Namun bila ditinjau nilai kandungan minyak, efisiensi enkapsulasi, dan time
releasenya adalah 2 mmol, dengan rata-rata rendemen, kandungan minyak,
efisiensi enkapsulasi berturut-turut sebesar 47,07%, 65,29%, 97,85%. Bentuk
mikrokapsul lonjong, halus, dan homogen dengan diameter rata rata sebesar 1,574
μm. Mikrokapsul minyak jeruk nipis memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri
S. aureus dengan zona inhibisi sebesar 6,8 mm dengan kekuatan inhibisi sedang.