DETAIL DOCUMENT
MIKROENKAPSULASI MINYAK ASIRI KULIT JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia) DENGAN PENGGUNAAN VARIASI JENIS PENGIKAT SILANG UNTUK APLIKASI SEBAGAI ANTIBAKTERI
Total View This Week2
Institusion
Universitas Padjadjaran
Author
Yasmine, Syadza
Subject
 
Datestamp
2020-11-29 00:00:00 
Abstract :
Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) merupakan tanaman dari famili Rutaceae yang memiliki potensi penghasil minyak asiri yang dapat diperoleh diantaranya pada bagian kulit buahnya. Minyak asiri mengandung senyawa yang memiliki berbagai aktivitas menarik seperti sebagai antibakteri. Namun, minyak asiri mempunyai kelemahan yaitu bersifat volatil dan mudah berubah karena perubahan lingkungan sehingga diperlukan teknik pengemasan khusus agar zat aktif tersebut tidak mudah hilang, yaitu dengan cara mikroenkapsulasi. Mikroenkapsulasi merupakan suatu teknologi pengemasan dari bahan yang berbentuk padatan, cairan, atau gas dengan penyalut polimer yang tipis, berbentuk partikel kecil yang disebut mikrokapsul. Tujuan penelitian ini ialah mendapatkan jenis pengikat silang dan jumlah yang tepat untuk menghasilkan mikrokapsul dengan karakter optimal, dan untuk mengetahui aktivitas antibakterinya. Tahapan penelitian terdiri dari preparasi minyak asiri kulit C. aurantifolia dengan metode hidrodistilasi; mikroenkapsulasi minyak asiri dengan teknik koaservasi kompleks menggunakan tiga jenis pengikat silang yaitu glutaraldehid, CaCl2, dan formaldehid. Selanjutnya menetapkan jumlah optimum dari jenis pengikat silang terpilih. Karakterisasi mikrokapsul meliputi penetapan parameter rendemen, ukuran partikel dengan PSA, kandungan minyak, dan effisiensi enkapsulasi dengan UV, morfologi mikrokapsul dengan SEM. Aktivitas antibakteri diujikan terhadap bakteri Staphylococcus aures, Staphylococcus epidermidis, Escherichia coli, dan Klebsiella pneumonia. Hasil penelitian menunjukkan glutaraldehid merupakan pengikat silang terbaik dengan rendemen mikrokapsul, kandungan minyak, dan efisiensi enkapsulasi berturut-turut sebesar 33,09%; 74,31%; dan 53,40%, dan bentuk mikrokapsul bulat halus, homogen dengan diameter rata-rata sebesar 1,554 μm. Hasil optimasi jumlah glutaraldehid pada lima variasi yang diujikan ditinjau dari morfologi, topologi, dan distribusi partikelnya adalah 1,5 mmol, dengan rata-rata rendemen, kandungan minyak, efisiensi enkapsulasi berturut-turut sebesar 46,30%; 63,43%; dan 90,59%. Bentuk mikrokapsul lonjong, halus, dan homogen dengan diameter rata-rata sebesar 1,574 μm. Namun bila ditinjau nilai kandungan minyak, efisiensi enkapsulasi, dan time releasenya adalah 2 mmol, dengan rata-rata rendemen, kandungan minyak, efisiensi enkapsulasi berturut-turut sebesar 47,07%, 65,29%, 97,85%. Bentuk mikrokapsul lonjong, halus, dan homogen dengan diameter rata rata sebesar 1,574 μm. Mikrokapsul minyak jeruk nipis memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri S. aureus dengan zona inhibisi sebesar 6,8 mm dengan kekuatan inhibisi sedang. 
Institution Info

Universitas Padjadjaran