Abstract :
Kebakaran hutan dan lahan merupakan fenomena alam yang telah menjadi perhatian global. Dari beberapa daerah di Indonesia yang tergolong rawan terjadi kebakaran hutan, Kabupaten Bengkalis merupakan salah satu daerah dengan luas area terbakar yang relatif tinggi. Iklim merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Curah hujan dan suhu udara merupakan beberapa hal yang dapat memengaruhi kemudahan hutan untuk terbakar, laju penyebarannya, dan tingkat kesulitan untuk melakukan pemadaman kebakaran. Pada penelitian ini akan dikaji mengenai pola hubungan antara luas area kebakaran hutan dengan curah hujan dan suhu, serta mengidentifikasi tingkat kebakaran hutan di Kabupaten Bengkalis. Berdasarkan karakteristik data luas area kebakaran hutan, pola tersebut dibentuk menggunakan regresi kuantil dengan pendekatan P-splines agar tidak rentan terhadap outlier, serta menggunakan Varying Coefficient Model (VCM) karena terdapat variabel waktu. Pola yang terbentuk menunjukkan bahwa luas area kebakaran hutan mengalami peningkatan pada bulan Februari, Maret, Juli dan Agustus. Selain itu, pola juga menunjukkan nilai estimasi luas area kebakaran hutan paling tinggi di Kabupaten Bengkalis berada pada bulan Juli dan bulan Agustus untuk setiap level kuantil.