Abstract :
Rumah kaca merupakan suatu bangunan konstruksi yang berfungsi untuk memodifikasi iklim mikro tanaman yang dibudidayakan di dalamnya agar tercipta kondisi lingkungan optimal tanaman. Rumah kaca pintar umumnya menggunakan alat mikrokontroler untuk mencatat perubahan iklim mikro dan dilanjutkan dengan alat sistem pengembunan untuk mempertahankan iklim mikro yang optimal bagi tanaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat suatu model tudung yang dapat melindungi mikrokontroler dari kerusakan elektronik akibat korosi atmosferik dan tidak terlalu mengganggu pencatatan data suhu dan kelembapan relatif udara. Tudung yang berbahan dasar plastik duradus digunakan sebanyak lima buah dengan banyak lubang sirkulasi yang berbeda untuk setiap mikrokontroler. Suhu dan kelembapan relatif udara yang dicatat oleh lima mikrokontroler dibandingkan dengan iklim mikro aktual Thermo-Hygrometer dalam waktu pencatatan selama 30 hari pengamatan. Data iklim mikro tersebut menjadi bahan olah data menggunakan perhitungan Metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non Faktorial dan dianalisis menggunakan Uji Sidik Ragam Satu Arah. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai F Hitung pada dua parameter iklim mikro memiliki nilai yang lebih rendah dibandingkan dengan nilai F Tabel di setiap taraf signifikan α = 0.05 dan α = 0.01. Berdasarkan hasil analisis, pemberian perlakuan lima jenis tudung yang memiliki jumlah lubang yang berbeda tidak berpengaruh nyata, artinya hipotesis awal (H0) tetap diterima dan hipotesis alternatif (H1) ditolak. Ketidakefektifan perlakuan ini dapat disebabkan oleh jenis bahan tudung mikrokontroler, kurangnya jumlah lubang untuk sirkulasi iklim mikro, serta pengaruh ukuran lubang pada tudung tersebut.