Abstract :
ABSTRAK
Distributor pupuk merupakan pihak yang sangat berperan dalam menjamin
produktivitas sektor pertanian dan perkebunan. Ketepatan Harga Eceran Tertinggi
(HET), jaminan ketersediaan, dan kelengkapan jenis dan jumlah pupuk oleh distributor
harus mendapat perhatian oleh stakeholder pertanian dan perkebunan secara nasional.
Dalam menjalankan perannya distributor pupuk menghadapi berbagai permasalahan
terkait internal audit, etika, dan sistem informasi sehingga berdampak terhadap tata
kelola dan kinerja. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan secara empiris, apakah
terdapat pengaruh internal audit, kepemimpinan beretika dan sistem informasi akuntansi
terhadap penerapan Good Corporate Governance (GCG) serta implikasinya terhadap
kinerja distributor pupuk.
Data penelitian dikumpulkan melalui instrumen kuesioner, yang dilaksanakan pada
208 distributor pupuk di Indonesia. Pengambilan sampling menggunakan teknik non
probability sampling. Data dianalisis menggunakan pendekatan Structural Equation
Modeling (SEM).
Hasil Penelitian menunjukan bahwa peran internal audit, kepemimpinan beretika
dan sistem informasi akuntansi berpengaruh positif signifikan baik secara parsial,
maupun secara simultan terhadap GCG. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa
kepemimpinan beretika dan GCG berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja
distributor. Namun demikian Internal Audit dan Sistem Informasi Akuntansi tidak
berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja distributor. Temuan penelitian ini
menambah keterbatasan literatur penelitian tentang elaborasi determinasi kinerja pada
distributor pupuk.
Kata Kunci:
Internal Audit, Sistem Informasi Akuntansi, Etika, GCG, Structural Equation Modeling,
Distributor Pupuk.