DETAIL DOCUMENT
PENGARUH ACETYLENE BLACK (AB) DAN CARBOXYMETHYL CELLULOSE (CMC) TERHADAP KONDUKTIVITAS KOMPOSIT KATODA KARBON/SULFUR DARI ARANG AKTIF ECENG GONDOK YANG TERDOPING
Total View This Week2
Institusion
Universitas Padjadjaran
Author
Utami, Yessy Maharani
Subject
 
Datestamp
2021-11-29 00:00:00 
Abstract :
Baterai lithium sulfur (Li-S) merupakan tipe baterai sekunder atau baterai yang dapat diisi ulang yang terkenal dengan energi spesifiknya yang tinggi. Baterai Li-S ini memiliki keunggulan densitas energinya yang besar yaitu sebesar 2600 Wh/Kg, kapasitas khusus yang tinggi secara teoritis sebesar 1675 mAh/g serta ramah lingkungan karena sulfur berasal dari alam. Kinerja sel baterai Li-S ini ditentukan oleh kualitas elektrodanya. Salah satu cara peningkatan elektroda sel baterai yaitu dengan meningkatkan konduktivitas elektroda. Karena Sulfur memiliki konduktivitas yang sangat rendah yaitu 5x10-28 S/m pada temperatur 25 °C yang mengakibatkan penurunan kapasitas dari baterai tersebut. Sehingga dilakukan modifikasi komposit katoda karbon/sulfur yang berasal dari arang aktif eceng gondok yang didoping dengan H2O2 dan NH3 dan kemudian ditambah Acetylene Black (AB), karena AB memiliki karakteristik yang baik sebagai bahan untuk meningkatkan konduktivitas listrik baterai. Kemudian bahan aktif, arang aktif terdoping, dan AB tersebut direkatkan dengan menggunakan Carboxymethyl Cellulose (CMC). Pada penelitian ini telah dilakukan pembuatan katoda dengan komposisi antara komposit arang aktif dan sulfur, AB, serta CMC, dengan variasi komposisi komposit C/S:AB:CMC sebesar 90%:7%:3%, 90%:6%:4%, dan 90%:5%:5%. Berdasarkan variasi tersebut diperoleh bahwa sampel dengan komposisi 90% komposit C/S:7% AB:3% CMC menghasilkan konduktivitas yang paling tinggi yaitu sebesar 21,37 S/m. 
Institution Info

Universitas Padjadjaran