Abstract :
Desa Sukaresmi, Kec. Rongga, Kab. Bandung Barat merupakan daerah yang
keberadaan kebun campuran dan kawasan hutan masih dekat dengan kehidupan
masyarakat. Masyarakat Desa Sukaresmi kebanyakan menggantungkan hidupnya pada
hasil olahan sumber daya alam. Namun adanya rencana pembangunan waduk PLTA
Cisokan dikhawatirkan dapat mengganggu keberadaan vegetasi (kebun campuran) di
daerah tersebut. Penelitian ini penting dilakukan untuk mendapatkan struktur
kuantitatif komposisi penyusun vegetasi kebun campuran pada lanskap ekstrim di
daerah tersebut. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Analisis
vegetasi dilakukan menggunakan metode kuadrat untuk memperoleh informasi terkait
komposisi dan struktur vegetasi ekosistem hutan di Desa Sukaresmi. Berdasarkan hasil
penelitian, dapat disimpulkan bahwa komposisi spesies penyusun vegetasi kebun
campuran pada lanskap ekstrim di Desa Sukaresmi terdiri dari 38 famili dan 87 jenis
tumbuhan. Hasil analisis vegetasi tumbuhan ditemukan 87 jenis, yaitu 51 jenis pada
kategori pohon, 50 jenis pada kategori tiang, 52 jenis pada kategori pancang, dan 26
jenis pada ketegori anakan. Struktur vegetasi kategori pohon didominasi oleh aren
(Arenga pinnata), pada kategori tiang didominasi oleh sobsis (Meosopsis eminii), pada
kategori pancang didominasi oleh jeruk (Citrus sp.) dan pada kategori anakan
didominasi oleh kirinyuh (Eupatorium odoratum). Keanekaragaman jenis tumbuhan
pada kategori tiang dan pancang memiliki keanekaragaman yang tinggi, sedangkan
pada pohon dan anakan nilai keanekaragaman sedang