DETAIL DOCUMENT
UJI SITOTOKSISITAS DAN GENOTOKSISITAS OIL SLUDGE HASIL FITOREMEDIASI 24 BULAN DENGAN TES Allium cepa L.
Total View This Week2
Institusion
Universitas Padjadjaran
Author
Litania, Alif
Subject
 
Datestamp
2021-11-29 00:00:00 
Abstract :
Oil sludge merupakan limbah B3 hasil pengolahan minyak bumi yang perlu diremediasi sebelum dibuang ke lingkungan. Fitoremediasi menggunakan Paraserianthes falcataria (tanaman sengon) merupakan salah satu metode remediasi. Efektivitas fitoremediasi perlu dievaluasi salah satunya melalui tes Allium cepa berupa pengujian sitotoksisitas dan genotoksisitas menggunakan tanaman A. cepa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui toksisitas oil sludge hasil fitoremediasi 24 bulan pada berbagai konsentrasi. Metode yang digunakan yaitu eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL), faktor tunggal dengan empat taraf konsentrasi yaitu: 500 ppm, 1000 ppm, 1500 ppm dan 2000 ppm dan kontrol negatif larutan akuades serta kontrol positif larutan Na-Azide, dengan empat kali pengulangan. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan akar bawang, indeks mitosis, dan persentase aberasi kromosom. Hasil pengamatan dianalisis dengan ANAVA (α.05) dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil menunjukkan oil sludge pada berbagai konsentrasi tidak bersifat sitotoksik, tidak memberikan efek letal maupun subletal. Oil sludge masih bersifat genotoksik pada berbagai konsentrasi dengan aberasi kromosom yang didapatkan yaitu nuclear lesion, double nuclear lesion, C mitosis, disturbed anaphase, chromosome gaps at anaphase, anaphase fragment, sticky metaphase, lagging chromosome in anaphase, vagrant chromosome in anaphase, vagrant chromosome in telophase, abnormalities spindle in anaphase dan micronuclei. Oil sludge hasil fitoremediasi 24 bulan tidak bersifat sitotoksik, namun masih bersifat genotoksik pada setiap konsentrasi uji. 
Institution Info

Universitas Padjadjaran