Abstract :
Oil sludge merupakan limbah B3 hasil pengolahan minyak bumi yang perlu
diremediasi sebelum dibuang ke lingkungan. Fitoremediasi menggunakan
Paraserianthes falcataria (tanaman sengon) merupakan salah satu metode
remediasi. Efektivitas fitoremediasi perlu dievaluasi salah satunya melalui tes
Allium cepa berupa pengujian sitotoksisitas dan genotoksisitas menggunakan
tanaman A. cepa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui toksisitas oil sludge
hasil fitoremediasi 24 bulan pada berbagai konsentrasi. Metode yang digunakan
yaitu eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL), faktor tunggal dengan empat
taraf konsentrasi yaitu: 500 ppm, 1000 ppm, 1500 ppm dan 2000 ppm dan kontrol
negatif larutan akuades serta kontrol positif larutan Na-Azide, dengan empat kali
pengulangan. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan akar bawang, indeks
mitosis, dan persentase aberasi kromosom. Hasil pengamatan dianalisis dengan
ANAVA (α.05) dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil menunjukkan oil sludge
pada berbagai konsentrasi tidak bersifat sitotoksik, tidak memberikan efek letal
maupun subletal. Oil sludge masih bersifat genotoksik pada berbagai konsentrasi
dengan aberasi kromosom yang didapatkan yaitu nuclear lesion, double nuclear
lesion, C mitosis, disturbed anaphase, chromosome gaps at anaphase, anaphase
fragment, sticky metaphase, lagging chromosome in anaphase, vagrant
chromosome in anaphase, vagrant chromosome in telophase, abnormalities spindle
in anaphase dan micronuclei. Oil sludge hasil fitoremediasi 24 bulan tidak bersifat
sitotoksik, namun masih bersifat genotoksik pada setiap konsentrasi uji.