Abstract :
Fosfat merupakan salah satu unsur yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah yang besar. Akan tetapi, ketersediaan unsur P terlarut yang dapat diserap oleh tanaman sangat kecil karena berikatan dengan kation yang berada di dalam tanah. Salah satu upaya dalam meningkatkan P tersedia dalam tanah adalah dengan pemanfaatan agen hayati Bakteri Pelarut Fosfat (BPF). Penelitian ini bertujuan untuk melihat kompatibilitas antar BPF dan mengetahui isolat BPF yang dapat meningkatkan kelarutan P dan pertumbuhan padi pada uji hayati. Percobaan ini terdiri dari 2 tahap yakni uji kompatibilitas yang dilaksanakan di Laboratorium Biologi Tanah dan uji hayati yang dilaksanakan di Rumah Kaca Departemen Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran pada bulan Agustus hingga September 2020. Rancangan percobaan yang digunakan pada uji hayati adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan dan 5 ulangan. Masing-masing perlakuan jenis bakteri adalah kontrol, Burkholderia sp., Pseudomonas mallei, Bacillus substilis, Bacillus megatherium dan isolat campuran. Hasil percobaan menunjukkan bahwa keempat Isolat BPF kompatibel satu sama lain dan Isolat BPF yang diujikan memiliki kemampuan yang bervariasi dalam menghasilkan enzim fosfatase, P-terlarut, dan pertumbuhan padi pada uji hayati. Lebih lanjut, hasil percobaan menunjukkan bahwa perlakuan BPF campuran memberikan peningkatan terhadap aktivitas enzim fosfatase sebesar 14,2%, P-terlarut sebesar 595%, dan pertumbuhan padi.