Abstract :
Kecamatan Pasirwangi merupakan salah satu sentra penghasil kentang di Kabupaten Garut. Dalam menjalankan usahataninya terdapat berbagai permasalahan, salah satunya adalah permodalan. Hal tersebut terjadi karena biaya usahatani kentang relatif besar, sehingga dibutuhkan pembiayaan lain selain modal pribadi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengetahuan petani kentang terhadap prosedur untuk mendapatkan pembiayaan syariah dan faktor-faktor yang berpengaruh dengan pengetahuan petani tersebut. Metode analisis data menggunakan analisis gap dan ordinary least square. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa sumber pembiayaan syariah kurang diminati karena petani beranggapan bahwa pembiayaan syariah sama seperti pembiayaan konvensional. Sehingga petani lebih banyak mengakses sumber pembiayaan informal (seperti pedagang atau bandar). Pengetahuan petani terhadap prosedur untuk mendapatkan pembiayaan syariah masih kurang. Hal ini disebabkan oleh mayoritas petani belum mengetahui pembiayaan syariah secara mendalam. Selain itu, mayoritas tingkat pendidikan formal petani masih rendah. Faktor-faktor yang berpengaruh secara signifikan dengan pengetahuan petani mengenai prosedur pembiayaan syariah yaitu pendapatan, dan pengalaman mengakses pembiayaan syariah.