DETAIL DOCUMENT
Partisipasi Masyarakat Dalam Program Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni Tahun 2019 (Studi Pada Desa Gudang Kabupaten Sumedang)
Total View This Week2
Institusion
Universitas Padjadjaran
Author
Alviansyah, M. Rivaldy Rizky
Subject
 
Datestamp
2021-11-29 00:00:00 
Abstract :
Skripsi ini merupakan hasil penelitian orisinal penulis berjudul �Partisipasi Masyarakat Dalam Program Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni Tahun 2019 (Studi Pada Desa Gudang Kabupaten Sumedang)�. Penelitian ini dilatarbelakangi adanya fenomena tingginya angka kemiskinan, rendahnya kepedulian masyarakat, dan menurunnya kondisi kemandirian di Desa Gudang sejak tahun 2018-2020. Program Rutilahu sebagai upaya pembangunan di Desa Gudang tidak berjalan optimal karena tidak mencapai angka minimal partisipasi sebesar 70%. Berkaitan rendahnya partisipasi masyarakat tersebut sehingga menarik untuk diteliti lebih komprehensif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor rendahnya tingkat partisipasi masyarakat dalam program perbaikan Rutilahu di Desa Gudang. Penelitian ini menggunakan teori Model CLEAR yang dikemukakan oleh Lowndes dkk tahun 2006, terdiri dari 5 faktor kunci yakni can do, like to, enabled to, asked to, dan responded to, yang dioperasionalisasikan dalam 18 faktor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan partisipasi masyarakat dalam program Rutilahu di Desa Gudang masih belum mencapai derajat baik dan optimal. Hal itu dikarenakan belum terpenuhinya sebagian besar faktor kunci Model CLEAR. Adapun faktor kunci yang terpenuhi adalah responded to sedangkan faktor kunci can do, like to, enabled to, dan asked to tidak terpenuhi. Kemudian, hasil penelitian lainnya menunjukkan aspek kemandirian Desa Gudang masih pada tingkatan konsultasi. Usulan yang penulis sampaikan dalam penelitian ini adalah menguatkan transparansi program pemerintah, menggiatkan pembinaan aparatur desa, integrasi dengan program pemberdayaan lainnya, penguatan peran kecamatan, penerapan inovasi responsif gender dan ORCID, konsistensi monitoring pasca pembangunan, serta upaya pembangunan rasa solidaritas melalui lembaga desa. 
Institution Info

Universitas Padjadjaran