DETAIL DOCUMENT
KEPEMIMPINAN PEREMPUAN DALAM PEMERINTAHAN (STUDI PADA WALIKOTA TANGERANG SELATAN DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN PEREMPUAN DAN ANAK-ANAK TAHUN 2015 2019)
Total View This Week5
Institusion
Universitas Padjadjaran
Author
Nurlia, Elly
Subject
 
Datestamp
2021-11-29 00:00:00 
Abstract :
Penelitian Kepemimpinan Perempuan dalam Pemerintahan (Studi Pada Walikota Tangerang Selatan dalam Memenuhi Kebutuhan Perempuan dan Anak-Anak) di latarbelakangi oleh kepemimpinan perempuan yang dianggap mampu membawa perbaikan terhadap hal-hal yang jarang mendapat perhatian. Salah satunya yaitu masih lemahnya perhatian, rentannya perlindungan, dan masih minimnya kebijakan yang berpihak terhadap perempuan dan anak-anak. Merujuk pada fokus penelitian bahwa Walikota Tangerang Selatan berusaha untuk memperbaiki kondisi degradasi terhadap perempuan dan anak-anak yang kerap kali kurang mendapat perhatian terutama pada tataran pemerintah daerah. Penelitian ini menggunkan basis analisis kepemimpinan dari House (1971) terdiri dari directive leader, supportive leader, participative leader, dan achivment-oriented leader, dan Kreiner dan Kinicki (2010) diantaranya Consideration dan Initiating structure Teori tersebut dilengkapi dengan atribut natural kepemimpinan perempuan Growe (1999) terdiri dari sikap sensitif dan empati, guna menggambarkan, menganalisis dan menjelaskan kepemimpinan perempuan dalam pemerintahan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan menempatkan peneliti sebagai istrumen kunci. Sumber data diperoleh dari lembaga/instansi dan masyarakat Kota Tangerang Selatan. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan sejak sebelum selama, dan setelah selesai dari lapangan. Data yang terkumpul diolah dengan tahapan berikut: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan Walikota Tangerang Selatan merupakan pemimpin yang mengarahkan (directive laeder) jajarannya dalam memenuhi kebutuhan perempuan dan anak-anak. Di samping memiliki kedekatan dengan masyarakat Walikota Tangerang Selatan melakukan fasilitasi dengan membentuk satgas perlindungan perempuan dan anak sebagai bentuk dukungan (supportive leader). Selama kepemimpinan Walikota Tangerang Selatan memiliki sifat demokratis (participative leader), serta menetapkan tujuan ditunjukan dengan pencapaian sebagai Kota Layak Anak (KLA) tiga kali berturut-turut (achievement-oriented leader) serta menciptakan hubungan timbal balik dan antara pemimpin dan SKPD (Consideration) serta efektif mengorganisir dalam memecahkan masalah kebutuhan perempuan dan anak (initiating structure) Atribut natural perempuan terlihat dari sikap sensitif ditunjukan dengan banyaknya program guna memenuhi kebutuhan perempuan dan anak-anak. Temuan dalam penelitian ini bahwa Walikota Tangerang Selatan merupakan pemimpin senstif yang keibuan, sedangkan keterbaruan penelitian ini bahwa kepemimpinan idealnya dapat membangun kepercayaan (trust building). Kesimpulan kepemimpinan perempuan dalam pemerintahan oleh Walikota Tangerang Selatan berhasil memenuhi kebutuhan perempuan dan anak-anak melalui program kebijakan dalam konteks Kota Layak Anak. Disarankan konsep kepemimpinan maupun atribut kepemimpinan perempuan dan keterbaruan penelitian ini agar diuji lebih lanjut dalam studi ilmu pemerintahan. 
Institution Info

Universitas Padjadjaran