Abstract :
Istri yang tidak bekerja atau tidak menjalankan peran produktif diduga mengalami pengalaman-pengalaman negatif, ketidakpuasan, rasa kecewa terhadap dirinya sendiri, adanya rasa tidak berkembang, dan rasa pasrah terhadap apa yang akan terjadi pada diri dan kehidupannya dikarenakan beban dan tanggungjawab dari peran reproduktif yang harus dijalaninya. Hal ini diduga berakibat pada tidak dapatnya responden memperoleh kondisi ideal yang diharapkannya sebelum menikah, yaitu untuk menjadi bahagia dan sejahtera. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetehaui gambaran psychological well being (PWB) pada istri yang tidak menjalankan peran produktif atau tidak bekerja.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh istri yang tidak bekerja. Sampel penelitian ini menggunakan teknik convenience sampling karena jumlah populasi yang tidak diketahui sehingga didapatkan 66 responden. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuisioner Psychological Well Being Scale berjumlah 84 item dari Carol D. Ryff 1989, dengan menggunakan skala likert. Analisis data menggunakan analisis univariat dengan skala orinal dan hasil terdiri dari 2 kategori, yaitu tinggi dan rendah. Kemudian data disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi untuk setiap dimensi PWB dan skor total PWB secara keseluruhan. Faktor sosiodemografi seperti latar belakang pendidikan, pendapatan suami, keberadaan anak, pengalaman bekerja, dan adanya peran sosial juga dilihat dalam penelitian ini untuk melihat adanya perbedaan skor pada semua faktor ini.
Hasil penelitian menemukan bahwa sebagian besar responden memiliki psychological well being pada kategori tinggi (75%) dan sepertiga dari jumlah responden memiliki psychological well being pada kateori rendah (25%). Ditemukan juga bahwa dari semua responden, dimensi autonomy merupaka dimensi yang paling banyak mendapatkan skor rendah dan paling bermasalah. Selain itu, faktor pendidikan ternyata dapat membedakan tingkat self acceptance pada istri yang tidak menjalankan peran produktif. Responden dengan psychological well being yang rendah membutuhkan perhatian yang lebih agar mereka dapat mengoptimalkan kesejahteraan psikologis mereka dan mencapai kondisi idela mereka dalam pernikahan.
Kata Kunci: psychological well being, ibu rumah tangga, istri yang tidak bekerja