Abstract :
Iklim organisasi merupakan salah satu faktor penting untuk sebuah lembaga dapat menjalankan lembaganya dengan baik, terutama dengan adanya peningkatan kualitas kelembagaan. Ada banyak hal yang dapat mempengaruhi iklim organisasi, salah satunya adalah kinerja komunikasi. Kinerja komunikasi didefinisikan sebagai komunikasi yang tepat dan efektif yang digunakan individu dalam mencapai keberhasilan komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kinerja komunikasi dapat mempengaruhi iklim organisasi. Penelitian dilakukan dengan mengacu pada asumsi-asumsi teori budaya organisasi dari Michael Pacanowsky dan Daniel O Trujillo dan menggunakan dimensi kinerja komunikasi yang masih dari turunan teori budaya organisasi tersebut yaitu yang terdiri dari kinerja ritual, kinerja sosial, kinerja hasrat, kinerja politik organisasi dan kinerja enkulturasi. Penelitian dengan menggunakan metode kuantitatif korelasional ini dilakukan di Pemerintah Daerah Kota Bandung. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada 100 orang pegawai Pemerintah Daerah Kota Bandung yang diperoleh melalui teknik sampling proportional random sampling. Analisis data dilakukan menggunakan analisis regresi linear berganda dan analisis product moment. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa kinerja ritual pegawai berpengaruh signifikan terhadap iklim organisasi, kinerja hasrat tidak berpengaruh signifikan terhadap iklim organisasi, kinerja sosial tidak berpengaruh signifikan terhadap iklim organisasi, kinerja politik organisasi berpengaruh signifikan terhadap iklim organisasi, kinerja enkulturasi berpengaruh signifikan terhadap iklim organisasi.