Abstract :
Literasi budaya dan kewargaan adalah salah satu dari enam literasi dasar yang
digagas oleh Kemendikbud dalam Gerakan Literasi Nasional (GLN). Literasi
budaya dan kewargaan bertujuan untuk pelestarian kebudayaan Indonesia sebagai
identitas bangsa yang merupakan kewajiban dan hak setiap warga negara Indonesia.
Kesenian domyak dari Desa Pasir Angin, Kecamatan Darangdan, Kabupaten
Purwakarta adalah salah satu hasil kebudayaan Indonesia yang semakin merosot
eksistensinya akibat modernisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi
penerapan literasi budaya dan kewargaan yang dilakukan di Desa Pasir Angin pada
tiga ranah pendidikan, yaitu: (1) Keluarga, (2) Sekolah dan (3) Masyarakat. Metode
penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus.
Data penelitian diperoleh melalui wawancara, observasi dan tindakan dokumentasi.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penerapan literasi budaya dan kewargaan di
ranah keluarga dilakukan pada satu tempat yaitu Taman Baca Masyarakat, pada
ranah sekolah telah dibentuk model kurikulum sekolah mengenai pembelajaran
kebudayaan dan kewarganegaraan pada setiap mata pelajaran yang bersangkutan
dan memprogramkan ekstrakulikuler domyak dan ekstrakulikuler literasi,
sedangkan pada ranah masyarakat terdapat perpustakaan desa dan pagelaran seni
yang diselenggarakan oleh Kantor Desa Pasir Angin.