DETAIL DOCUMENT
PERBEDAAN EFEKTIVITAS ANTARA ORAL CARE CHLORHEXIDINE 0,12% DENGAN DAN TANPA PENAMBAHAN HONEY SWAB TERHADAP CLINICAL PULMONARY INFECTION SCORE (CPIS) DI RUANG ICU RUMKITAL DR. MIDIYATO SURATANI TANJUN
Total View This Week4
Institusion
Universitas Padjadjaran
Author
Atrie, Utari Yunie
Subject
 
Datestamp
2021-11-29 00:00:00 
Abstract :
Pasien di ICU dengan penggunaan ETT beresiko mengalami mortalitas tinggi yang dapat disebabkan oleh Ventilator Associated Pneumonia (VAP). Penggunaan chlorhexidine dan honey dalam tindakan oral care merupakan salah satu tindakan esensial yang berpotensi mencegah kejadian VAP yang dapat diidentifikasi melalui penurunan Clinical Pulmonary Infection Score (CPIS). Namun belum diketahui bagaimana perbedaan efektivitasnya jika kedua agen ini digunakan secara bersamaan. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan efektivitas antara oral care chlorhexidine 0,12% dengan penambahan honey swab dan tanpa penambahan honey swab terhadap penurunan skor CPIS di ruang ICU. Metode penelitian ini adalah Quasi-experiment dengan rancangan pre-test dan post-test control group design. Populasi penelitian adalah semua pasien yang terpasang ETT di ruang ICU Rumkital Dr. Midiyato Suratani Tanjungpinang, Indonesia. Penelitian ini melibatkan 36 responden yang dipilih dengan teknik consecutive sampling, dimana terdiri dari 18 responden kelompok kontrol (chlorhexidine 0,12%) dan 18 responden kelompok eksperimen (dengan tambahan honey swab). Insiden VAP dinilai pada saat pre-test dan post-test dengan menggunakan CPIS versi sederhana tanpa pemeriksaan kultur. Analisis bivariat menggunakan uji parametrik paired t-test dan independent t-test. Hasil analisis paired t-test untuk kelompok kontrol didapatkan p = .002 (p < .05) dan kelompok eksperimen didapatkan p < .001 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata skor CPIS antara pre-test dan post-test pada masing-masing kelompok. Penurunan rata-rata skor CPIS kelompok kontrol sebesar 0.77, sedangkan kelompok eksperimen sebesar 1.94. Sedangkan hasil analisis independent t-test didapatkan p < .001, yang berarti terdapat perbedaan signifikan rata-rata skor CPIS antara kedua kelompok saat post-test. Hasil penelitian membuktikan terdapat perbedaan efektivitas antara oral care menggunakan chlorhexidine 0,12% tanpa penambahan honey swab dan chlorhexidine 0,12% dengan penambahan honey swab terhadap penurunan skor CPIS. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa kedua intervensi efektif menurunkan skor CPIS, namun oral care yang disertai penambahan honey swab didapatkan penurunan skor CPIS yang lebih baik sebagai indikasi pencegahan VAP yang lebih optimal. Sehingga penambahan honey swab direkomendasikan sebagai moisturizer setelah oral care rutin untuk pasien terpasang ETT di ICU. 
Institution Info

Universitas Padjadjaran