DETAIL DOCUMENT
Pembuatan Isolat Protein Tempe Koro Pedang (Canavalia ensiformis) dengan Variasi Suhu Inlet pada Metode Spray Drying
Total View This Week4
Institusion
Universitas Padjadjaran
Author
Ramdani, Muhamad Rizki
Subject
 
Datestamp
2021-11-29 00:00:00 
Abstract :
Penggunaan suhu inlet pada proses spray drying mempengaruhi sifat fisik dan sifat fungsional isolat protein tempe koro pedang (IPTKP). Protein tempe koro pedang diekstrasi menggunakan pelarut basa dan diisolasi dengan menggunakan pendekatan titik isoelektrik. Titik isoelektrik tempe koro pedang berada pada nilai pH 4,20. Proses pengeringan spray drying IPTKP dilakukan menggunakan variasi suhu inlet 140°C, 150°C dan 160°C, kemudian ditentukan persentase jumlah air teruapkan, kadar protein, daya serap air dan analisis mikrostruktur. Hasil penelitian menunjukkan variasi suhu inlet 150°C memberikan nilai tertinggi untuk persentase jumlah air teruapkan IPTKP (99,71±0,00%), sedangkan variasi suhu inlet 160°C memberikan nilai tertinggi untuk kadar protein IPTKP (49,6±0,30%) dan daya serap air IPTKP (3,89±0,03 ml/g). IPTKP dengan variasi suhu inlet 160°C memiliki lebih banyak partikel yang berongga atau porous, sehingga menigkatkan proses penyerapan air oleh bahan. Penggunaan suhu inlet 160°C pada proses spray drying dapat dilakukan untuk menghasilkan produk isolat protein tempe koro pedang yang membutuhkan kadar protein serta daya serap air yang tinggi. 
Institution Info

Universitas Padjadjaran