DETAIL DOCUMENT
brand community
Total View This Week5
Institusion
Universitas Padjadjaran
Author
Y, Mochamad Sabdo
Subject
 
Datestamp
2021-11-23 00:00:00 
Abstract :
ABSTRAK Latar belakang dari penelitian ini adalah adanya komuniti yang menggunakan brand sebuah perusahaan sebagai identitas mereka. Komuniti ini mengadopsi simbol dan nilai sebuah brand dengan pemaknaan mereka sendiri. Komuniti kaskus Bandung merupakan salah satu komuniti yang terbentuk dari forum Kaskus. Melalui konsep tentang budaya kosumen yang dikemukakan oleh Celia Lury (1998), penelitian ini mencoba mendeskripsikan bagaimana branding yang dilakukan oleh perusahaan untuk meningkatkan penjualan mereka, ternyata memiliki sebuah efek yang mampu merekontruksi kebudayaan suatu masyarakat sehingga menjadi sebuah budaya tersendiri. Hal ini terjadi dikarenakan konsumsi bersifat aktif, dimana melalui proses konsumsi, para konsumen menciptakan nilai – nilai baru dari sebuah barang. Melalui proses konsumsi yang dilakukan secara kolektif menyebabkan terbentuknya brand community. Komuniti ini tidak hanya mengadopsi brand sebuah perusahan tetapi juga menciptakan pemaknaan tersendiri bagi komuniti mereka dalam bentuk ritual sebagai proses liminalitas. Berdasarkan hasil pengamatan, anggota yang awalnya merupakan konsumen kaskus bergabung dengan brand community disebabkan oleh dua hal. Penyebab pertama adalah branding yang diciptakan kaskus, yang secara tidak sadar mengubah konsumen sebagai produsen karena turut menciptakan produk kaskus berupa kontent website. Melalui sistem yang diberlakukan kaskus untuk membuat konsumen melakukan konsumsi secara terus menerus dan menambah jumlah konsumen mereka, ternyata memiliki makna berbeda bagi konsumen yang telah menjadi anggota kaskus. Strategi pemasaran tersebut dimaknai sebagai sebuah ritual online yang menjadi syarat untuk dapat tergabung dengan komuniti, ketika seorang anggota telah diterima oleh komuniti maka mereka melakukan kegiatan lanjutan untuk mengikuti gathering dengan komuniti yang sesuai dengan minat mereka. Di dalam komuniti ini terjadi juga ritual yang dilakukan secara offline, ritual ini bertujuan untuk menunjukkan eksistensi komuniti terhadap masyarakat di luar mereka. Penelitian ini juga mencoba untuk menunjukkan hubungan antara perusahaan kaskus dengan konsumen mereka yang membentuk komuniti – komuniti tersendiri sesuai wilayah atau ketertarikan masing – masing individu. Melalui hubungan ini dapat dilihat juga pola perilaku konsumen dalam mengkonsumsi kaskus. Hasil akhir dari penelitian ini diharapkan mampu menjadi tambahan kajian Antropologi, agar dapat berperan secara praktis dalam ekonomi baru yang lebih menekankan aspek konsumsi. Kata Kunci : Komuniti, Brand, Konsumsi, Ritual, Budaya konsumen. ABSTRACT The background of this research was the existence of community who use brand for their identity. This community adopted symbol and value from an brand with their own perseption. Kaskus regional Bandung community was one of community which is formed by Kaskus. Base on the point of view consumen culture who mentioned by Celia Lury (1998), this research trying to describe how company branding, that have purpose to incrase company selling, but also have effect to rebuild society culture to became separate culture. This think happen because nature of consumtion was active, and consumen can create their own value of the goods. Through consumption process that held collectively, this led to brand community. This community not only adopts a company brand but also creates interpretation for their community into ritual form as liminality process. Based on observation result, the earliest members who are Kaskus consumers joined to brand community caused by two point majors. A first cause is branding process which created by Kaskus, this process made consumer become producer because it creates Kaskus product like website content too. Through the system that applied by Kaskus to make consumer do consumption over and over and increase their mount of consumers, in fact have interpreted differently to consumer who have been Kaskus member. These marketing strategies interpreted as an online ritual which become a requirement to join Kaskus, when a member have accepted by their community then they do further activity to join gathering with community which accordance to their interest This study tries to show relationship between Kaskus company and their consumers who create community accordance to area or individual interest. Through this relationship, the pattern of consumer behavior can be examined. Final result from this study is expected to be additional Anthropology study, so that can practically contribute in new economy which more focus on consumption aspec Keywords: Community, Brand, Consumtion, Rituals, Consumen culture 

Institution Info

Universitas Padjadjaran