Abstract :
Gaya hidup masyarakat cenderung berubah setiap saat termasuk mode
berbusana atau fashion. Salah satu produk fashion yang memiliki banyak variasi,
dimana trend mode masa kini adalah sepatu kulit dan produk jeans dengan berbagai
macam pilihan bentuk, bahan, dan warna. Variasi dalam pilihan konsumen saat ini
perlahan menggeser fashion dari kebutuhan sekunder menjadi kebutuhan primer.
Dalam pemilihan produk yang akan dikonsumsi, konsumen memiliki
kecenderungan untuk memilih barang berdasarkan merek atau dengan kata lain
konsumen telah terorientasi oleh merek (brand oriented). Melihat fenomena
tersebut, para pelaku UMKM di Kota Bandung menerapkan suatu konsep
pemasaran berupa co-creation. Co-creation memungkinkan produk dikostumisasi
sesuai dengan keinginan konsumen yang ingin mendapatkan sepatu berdasarkan
desain dari merek tertentu.
Terdapat empat dimensi pengukuran brand orientation yang digunakan
dalam penelitian ini yaitu distinctiveness, functionality, value adding, dan
symbolic. Sedangkan co-creation memiliki empat dimensi pengukuran yang
digunakan dalam penelitian ini yaitu multiple channels, options, transaction, dan
relationship. Penelitian ini mencoba untuk melihat dampak dari brand orientation
terhadap co-creation.
Metode penelitian yang digunakan adalah survey dengan metode analisis
regresi linier sederhana. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi
kepustakaan, observasi, dan kuesioner. Sampel menggunakan 100 orang pelaku
UMKM di Kota Bandung yang diambil secara acak dengan teknik simple random
sampling.