Abstract :
Penelitian ini dilakukan berdasarkan permasalahan yang ada pada storage material ketiga di pabrik Indarung V PT Semen Padang. Perusahaan tidak bisa menentukan jumlah pasti pemesanan dan waktu pemesanan. Akibatnya terjadi kekurangan material pada saat proses produksi dan harus menerima material dari pabrik lain. Proses penerimaan material yang mengalami keterlambatan dan tidak sesuai perencanaan karena adanya faktor cuaca dan faktor transportasi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan perencanaan persediaan material ketiga (gypsum, limestone (high grade) dan pozzolan) untuk periode 1 tahun produksi, menentukan reorder point dan menentukan sistem inventori berdasarkan layout existing storage. Penelitian ini menggunakan data pemakaian material ketiga dari tahun 2015-2019 untuk dilakukan peramalan di tahun 2023. Perencanaan persediaan material gypsum merupakan model inventori deterministik dinamis yang menggunakan metode min max. Sedangkan perencanaan persediaan material limestone (high grade) dan pozzolan merupakan model inventori deterministik statis yang menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ). Berdasarkan hasil penelitian, material gypsum akan dilakukan pemesanan kembali pada kapasitas 6.076 ton sebesar 2.266 ton. Material limestone (high grade) akan dilakukan pemesanan setiap 2 hari sekali dengan pemesanan ekonomis sebesar 2.762 ton. Sedangkan material pozzolan akan dilakukan pemesanan setiap 4 hari sekali dengan kuantitas pemesanan sebesar 965 ton. Berdasarkan layout existing storage disimpulkan bahwa kapasitas storage material gypsum, limestone (high grade) dan pozzolan berturut-turut sebesar 7.000 ton (15 tumpukan), 6.000 (12 tumpukan) dan 4.000 ton (9 tumpukan).