Abstract :
ABSTRAK
Penelitian ini membahas mengenai pencegahan bunuh diri (Jisatsu) di kalangan
lansia di Jepang. Masalah yang sering di hadapi oleh lansia berupa masalah
kesehatan, masalah ekonomi, kehidupan dan masalah keluarga. Jumlah bunuh diri
di Jepang melampaui 30.000 pada tahun 1998, dan terus meningkat sejak saat itu.
Pada tahun 2016, amandemen dibuat untuk mewajibkan prefektur dan kotamadya
untuk mengambil rencana penanggulangan bunuh diri. Tujuan Penelitian ini yaitu
menemukan dan menganalisis bagaimana peran pemerintah maupun masyarakat
dalam mengatasi budaya bunuh diri dikalang lansia. Penelitian ini menggunakan
metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data
untuk mendapatkan informasi yang ada pada journal, artikel dan skripsi terdahulu.
Kesimpulan yang diperoleh pemerintah dan masyarakat sangat peran untuk
meminimalisir angka bunuh diri pada lansia di Jepang. Dengan upaya
memberikan pelayanan kesehatan dan mengkaryakan kembali lansia yang telah
pensiun agar tidak depresi yang mengakibatkan ganggungan kesehatan. Peranan
masyarakat dengan cara memberikan perlindungan dan melakukan kunjungan ke
setiap rumah. Karena jika tidak diatasi dengan baik maka akan menimbulkan
masalah baru dan akan memakan lebih banyak korban.
Kata kunci : Lansia Jepang, Bunuh diri