DETAIL DOCUMENT
PEMANFAATAN ULAT MAGGOT (Hermetia illucens) SEBAGAI PAKAN TAMBAHAN GUNA MENINGKATKAN POTENSI REPRODUKSI IKAN NILA (Oreochromis niloticus).
Total View This Week0
Institusion
Universitas Bung Hatta
Author
APRIDEDI, APRIDEDI
Mas, Eriza
Subject
SH Aquaculture. Fisheries. Angling 
Datestamp
2022-08-15 01:29:36 
Abstract :
RINGKASAN APRIDEDI NPM 1610016111015. PEMANFAATAN ULAT MAGGOT (Hermetia illucens) SEBAGAI PAKAN TAMBAHAN GUNA MENINGKATKAN POTENSI REPRODUKSI IKAN NILA (Oreochromis niloticus). Dibawah bimbingan Bapak Ir. Mas Eriza M.P. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pakan tambahan ulat maggot terhadap reproduksi ikan nila (OreochromisSp) meliputi : Pertumbuhan bobot selama penelitian, indeks gonad somatik, fekunditas, dan diameter telur. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Terpadu Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Bunng Hatta, Padang Sumatera Barat, dari bulan Maret sampai bulan April 2021. Induk ikan Nila yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 25 ekor ikan betina untuk pelakuan A (50% ulat maggot dan 50% pelet), dan 25 ekor ikan betina perlakuan B (100% pelet komersil). Dalam pelaksanaan penelitian ini, ikan sampel diaklamatisasi terlebih dahulu selama 2 minggu, setelah itu bobot ikan ditimbang sebagai data awal kemudian ikan sampel dipelihara dalam kolam beton ukuran 4 x 2 m, yang disekat menjadi 2, dengan tinggi air 30 cm. Pakan diberikan 2 kali sehari dengan dosis 3% total bobot keseluruhan sesuai perlakuan. Peubah yang diamati pertumbuhan bobot rata-rata, indeks gonad somatic, fekunditas, dan diameter telur.Data kuantitatif berupa bobot, indeks kematangan gonad, dan fekunditas dianalisis secara statistik denganmenggunakan uji t dengan tingkat kekeliruan 0,05, adapun langkah-langkahnya dikemukakan oleh Sudjana (2005:304) dengan menggunakan uji kesamaan rata ? rata, yang terdiri dari 2 perlakuan dan 1 ulangan dengan menggunakan metoda eksperimen. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pemberian pakan 50% ulat maggot dan 50% pelet komersil (perlakuan A) dan pemberian 100% pelet komersil (perlakuan B). dimana hasil pada pertumbuhan bobot didapat pertumbuhan bobot 7,31 gram (perlakuan A), dan 5,38 gram (perlakuan B), indeks gonad somatik dengan rata-rata 2,66% (perlakuan A) dan 0,02027% (perlakuan B), fekunditas rata-rata 4238 butir telur (perlakuan A) dan 3179 butir telur (perlakuan B), diameter telur dengan rata- rata 0,142 cm (perlakuan A) dan 0,125 cm (perlakuan B). 
Institution Info

Universitas Bung Hatta