Abstract :
Kawasan Depot CPO Pulau Baai Bengkulu terdiri dari 10 feeder yaitu (bulking 1, bulking 2, bulking 3, bulking 4, ADM-CCR, Office 1, Office 2, hydrant, power house dan boiler house). Depot CPO pulau Baai Bengkulu di supply listrik PT. PLN sistem tegangan menengah. Masing ? masing feeder memimiliki panel utama yang disupply dari panel utama tegangan rendah (PUTR). Berdasarkan SPLN No.72 Tahun 1987, bahwa jatuh tegangan yang diperbolehkan adalah 5% dari tegangan kerja yang memanfaatkan STB yaitu system radial di atas tanah dan system simpul, Dalam penelitian dilakukan evaluasi dan review perencanaan sistem kelistrikan dengan melakukan pemindahan penempatan transformator distribusi system 20 kV/380 V menggunakan kabel tegangan menengah N2XSY, N2XSEBY dan kabel tegangan rendah NYFGbY,NYY yang berhubungan dengan losses (rugi-rugi daya) dan drop voltage (tegangan jatuh) yang terjadi pada saluran distribusi daya listrik. Dalam penentuan penampang kabel yang digunakan diperlukan arus nominal, arus rating, tahanan kabel, dan panjang kabel dari gardu distribusi ke beban. Berdasarkan perhitungan yang diperoleh drop tegangan terbesar pada eksisting perencanaan sistem kelistrikan gardu distribusi sebesar 21,44 V atau 5,64 %, sedangkan drop tegangan pada review perencanaan sistem kelistrikan gardu distribusi Depot CPO Pulau Baai Bengkulu sebesar 16,7 V atau 0,08 %. Total rugi ? rugi daya pada eksisting perencanaan sistem kelistrikan gardu distribusi sebesar 127.424,71 W, sedangkan total rugi ? rugi daya pada review perencanaan sistem kelistrikan gardu distribusi Depot CPO Pulau Baai Bengkulu sebesar 34.352,48 W. Penurunan biaya pemakaian daya listrik dalam satu bulan jika menggunakan review perencanaan sistem kelistrikan gardu distribusi Depot CPO Pulau Baai Bengkulu sebesar Rp 69.409.695,16 atau 73,04 % dengan golongan pelanggan tegangan menengah I-3/TM.