Institusion
Universitas Bung Hatta
Author
NANDO, IDOLA PUTRA
Ineng, Naini
Yetty, Morelent
Subject
L Education (General)
Datestamp
2020-09-18 02:40:22
Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fungsi ungkapan larangan
dalam bahasa Minangkabau Kenagarian Suayan Kecamatan Akabiluru Kabupaten
Lima Puluh Kota, mendeskripsikan makna ungkapan larangan dalam bahasa
Minangkabau di Kenagarian Suayan Kecamatan Akabiluru Kabupaten Lima
Puluh Kota, dan mendeskripsikan keyakinan masyarakat Suayan terhadap makna
ungkapan larangan. Teori tentang fungsi ungkapan larangan dikemukakan oleh
Mana dan Samsiarni (2016), makna ungkapan larangan dikemukakan oleh Pateda
(2001), dan teori keyakinan dikemukakan oleh Retor (2014). Jenis penelitian ini
adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data
wawancara, rekam, catat, dan angket. Teknik analisis data yaitu (1)
mendeskripsikan data ke bahasa tulis, (2) menterjemahkan data ke dalam bahasa
Indonesia, (3) mengelompokan data yang berhubungan dengan ungkapan
larangan, (4) menganalisis data yang telah diidentifikasi berdasarkan fungsi
ungkapan larangan, (5) menganalisis makna ungkapan larangan di Kenagarian
Suayan Kecamatan Akabiluru Kabupaten Lima Puluh Kota, (6) menganalisis
keyakinan masyarakat tentang ungkapan larangan, dan (7) menarik kesimpulan
dan menulis laporan. Berdasarkan analisis data dan pembahasan ditemukan hasil
penelitian sebagai berikut. Pertama, fungsi ungkapan larangan yang ditemukan di
Kenagarian Suayan Kecamatan Akabiluru Kabupaten Lima Puluh kota, yaitu
berfungsi mendidik berjumlah 18 ungkapan, dan sebagai penebal emosi atau
kepercayaan berjumlah 4 ungkapan. Kedua, makna ungkapan larangan yang
peneliti temukan di Kenagarian Suayan Kecamatan Akabiluru Kabupaten Lima
Puluh kota, yaitu terdapat pada makna ungkapan larangan yang sebenarnya, dan
tersirat yang diungkapkan oleh masyarakat Nagari Suayan dalam kehidupan
sehari-hari. Ketiga, berdasarkan 22 ungkapan larangan, dan seluruh jumlah
kelompok responden, dapat diketahui bahwa hasil tingkat keyakinan masyarakat
suayan terhadap ungkapan larangan yaitu, 43% tidak yakin, 34% agak yakin, dan
24% sangat yakin terhadap seluruh ungkapan larangan tersebut. Berdasarkan hasil
penelitian dapat disimpulkan bahwa ungkapan larangan pada umumnya berfungsi
mendidik, dan masyarakat Suayan masih yakin terhadap ungkapan larangan.
Kata kunci: folklor, ungkapan larangan, makna, fungsi, dan keyakinan.