Institusion
Universitas Bung Hatta
Author
Zulfah, Haningtyas Javanestasy
Jonny, Wongso
Ariyati, Ariyati
Subject
NA Architecture
Datestamp
2023-02-01 04:11:53
Abstract :
Abstrak
Gedung Djoang 45 adalah Gedung Dewan harian cabang 45 di mana mengalami kerusakan
pada saat gempa di tahun 2009 dengan kekuatan gempa 7,9 Skala Richter. Bangunan ini mengalami
kerusakan berupa retak-retak di hampir seluruh dinding dan lantainya.Gedung ini memiliki
keistimewaan tersendiri, tetapi menyimpan makna historis dan arkeologis yang terkait erat dengan
sejarah perjalanan bangsa. Seiring dengan itu, gedung ini juga dijadikan sebagai salah satu aset
historis, salah satu bukti adanya sejarah perjuangan pemuda Padang dalam penegakan negara ini.
Sejarah dan informasi mengenai budaya dan sejarah membutuhkan wadah yang mampu
manampung segala macam kebutuhan masyarakat. Salah satu cara untuk mengenang, mengingatkan
dan memberikan informasi kepada masyarakat yang sudah mulai melupakan warisan sejarah yaitu
dengan adanya Museum Sejarah Gedung Djoang 45 BPPI. Pertimbangan perencanaan Museum
Sejarah ini adalah untuk membangkitkan kembali rasa kesadaran masyarakat yang saat ini dirasa
masih sangat kurang dalam menghargai nilai-nilai yang terkandung dalam benda-benda peninggalan
sejarah serta nilai-nilai kebudayaan daerah. Dengan didirikannya Museum Sejarah, diharapkan agar
dapat dikumpulkan, didokumentasikan, dipelihara, diteliti dan diidentifikasikan serta dipamerkan
untuk tujuan pendidikan non-formal, penelitian dan rekreasi.
Kata Kunci: Gedung Djoang 45 BPPI, Museum, Pelestarian, Infill Desain