Institusion
Universitas Bung Hatta
Author
Fauzan, Deni Afra
ELFIDA, AGUS
DESY, ARYANTI
Subject
NA Architecture
Datestamp
2023-02-01 04:24:52
Abstract :
Abstrak
Kota Padang bertambah sebanyak 292.375 jiwa atau 51,80%, atau rata-rata tumbuh sekitar 2,35% pertahun
( RTRW kota padang tahun 2008 ? 2028). Pertumbuhan penduduk yang terus menerus ditambah lagi dengan
pendatang yang ingin merubah nasibnya di Kota Padang mengakibatkan lahan semakin terbatas untuk dijadikan
sebuah tempat tinggal. Hunian vertikal seperti Rumah susun dinilai hunian yang praktis untuk hidup di zaman
modern seperti sekarang, lokasinya yang berada di pusat kota memudahkan untuk melakukan aktifitas. Selain itu
rumah susun juga menghemat lahan untuk pembuatan hunian. Pada dasarnya, rumah susun merupakan sebuah
solusi dari permasalahan kepadatan tingkat hunian dan keterbatasan lahan yang terjangkau di perkotaan. Oleh
karena itu timbul gagasan pembangunan rumah susun untuk mendapatkan hunian dengan lokasi yang luasannya
terbatas, tetapi tetap mendapatkan kualitas maksimal serta kualitas yang optimal. Area komersil untuk kebutuhan
penghuninya maupun sekitarnya sangat banyak dan belum terpenuhi secara efektif. Salah satu jalan keluar dari
persoalan kepadatan penduduk yang kini menjadi bahan pertimbangan pemerintah adalah dengan membangun
sarana hunian vertikal dikatakan Rumah Susun (rusun) untuk para kalangan ekonomi menengah ke bawah.
Metode penelitian yang digunakan dalam proses penelitian adalah metode penelitian deskriptif. Perancangan
Rusunami Kelurahan Purus, Kota Padang akan menggunakan teori Carmona, et al (2003) mengemukakan teori
bahwa fleksibilitas ruang dapat dikaji pada sifat temporer dimana dianalisis pada tiga aspek temporal dimension.
Kata kunci : perkembangan penduduk (RTRW Padang), rumah susun, pusat komersial