Institusion
Universitas Bung Hatta
Author
IMIP, JAPAKOS PUTRI
Sayuti, Sayuti
Syofiani, Syofiani
Subject
L Education (General)
Datestamp
2020-09-18 03:12:07
Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk campur kode dan
penyebab terjadinya campur kode yang digunakan oleh guru dan siswa di SMAN
1 Sitiung Kabupaten Dharmasraya .Teori bentuk campur kode yang digunakan
mengacu kepada teori yang dikemukakan Nursaid dan Maksan (2002).
Sedangkan teori yang digunakan untuk penyebab terjadinya campur kode
dikemukakan oleh Suwito (2013). Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Kajian
difokuskan pada bentuk campur kode dan penyebab terjadinya campur kode. Data
dalam penelitian ini berupa tuturan campur kode guru dan siswa yang diperoleh
melalui rekaman. Data dianalisis dengan mengikuti langkah- langkah sebagai
berikut: (1) memindahkan rekaman kedalam tulisan; (2) mengelompokkan data;
(3)memasukkan data kedalam table campur kode; (4) menganalisis campur kode
dalam tuturan guru dan siswa dengan teori bentuk dan penyebab campur kode; (5)
menyimpulkan analisis data yang diperoleh dan (6) menginterpretasikan hasil dan
menyusun laporan. Campur kode dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia di
SMAN 1 Sitiung Kabupaten Dharmasraya yang ditemukan sebanyak 78 data, dari
78 data tersebut terdapat 66 data berbentuk kata, 9 data berbentuk frasa dan 3 data
berbentuk klausa. Dari 78 data campur kode dalam proses pembelajaran bahasa
Indonesia di SMAN 1 Sitiung Kabupaten Dharmasraya ditemukan penyebab
campur kode dikarenakan guru ingin mencairkan suasana dan bahasa daerah yang
terbawa ?bawa oleh siswa dalam proses pembelajan bahasa Indonesia. Penyebab
campur kode identifikasi peran yang dilakukan guru untuk memperlihatkan
perannya sebagai seorang guru yang menguasai materi, menasehati atau menegur
siswa dan mengendalikan kelas sebanyak 9 data, identifikasir agam yang
dilakukan guru dan siswa untuk memperlihatkan status social sebayak 52 data,
dan keinginan untuk menjelaskan yang dilakukan guru dan siswa dalam proses
pembelajaran untuk mempermudah menjelaskan apa yang dimaksud sebanyak 17
data. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa campur kode dalam pembelajaran
bahasa Indonesia di SMAN 1 Sitiung Kabupaten Dharmasraya dominan
berbentuk kata dan penyebab terjadinya campur kode dominan dikarenakan
identifikasi ragam.
Kata kunci :campurkode, pembelajaran.