Institusion
Universitas Bung Hatta
Author
Sri, Andika Pratiwi
ELFIDA, AGUS
DESY, ARYANTI
Subject
NA Architecture
Datestamp
2023-02-03 08:25:38
Abstract :
Abstrak
Permukiman masyarakat disuatu kota memiliki peran yang sangat penting dalam memberi pelayanan
dibidang kehidupan. Hal ini dikarenakan aspek ekonomi, hukum, sosial dan budaya semuanya
berpusat diperkotaan sehingga banyak masyarakat desa yang berbondong-bondong pergi ke kota untuk
meningkatkan perekonomian mereka. Namun, disisi lain menimbulkan dampak negatif permasalahan
kota yang menjadi semakin kompleks terutama yang berkaitan dengan kepadatan permukiman dan
kekumuhan. Kelurahan Seberang Palinggam, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang merupakan
kelurahan yang berada dekat dengan pusat kota. Lokasi yang strategis menyebabkan banyaknya
masyarakat yang menetap disana. Akibatnya Kelurahan Seberang Palinggam masuk dalam 23 titik
permukiman kumuh Kota Padang berdasarkan SK Walikota Padang No. 163 tahun 2014. Penataan
kembali kawasan permukiman kumuh Kelurahan Seberang Palinggam merupakan salah satu bentuk
penanganan permasalahan permukiman kumuh. Penataan ini dilakukan berdasarkan pada teori
Geoffrey Broadent yang berbicara tentang Manusia, Bangunan dan Lingkungan. Dalam
pelaksanaannya menerapkan metode deskriptif kualitatif dan observasi langsung. Dalam konsep
penataan permukiman masyarakat berupa hunian compact yang bersifat hunian tunggal. Hal ini
disesuaikan dengan data eksisitng lapangan, bahwa hunian yang akan ditata akan tetap berada pada
eksisting yang lama.
Kata kunci : kawasan permukiman kumuh, penataan permukiman, hunian compact