Institusion
Universitas Bung Hatta
Author
WULAN, AFRIDONA
Marsis, Marsis
Gusnetti, Gusnetti
Subject
P Philology. Linguistics
Datestamp
2020-09-18 04:16:19
Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan prinsip kesantunan
berbahasa pada status dan komentar di twitter. Teori yang digunakan dalam
penelitian adalah kesantunan berbahasa yang terdiri atas enam maksim yang
dikemukakan oleh Chaer (2010). Jenis penelitian yang digunakan adalah
penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber data dalam penelitian
adalah akun twitter Joko Widodo. Data penelitian adalah status dan komentar
pada akun Joko Widodo dalam kurun waktu satu bulan dari tanggal 1-30 April
2019 dengan jumlah data sebanyak 124 data yang terdiri dari 15 status serta 109
komentar dan dikelompokkan ke dalam 15 kelompok data. Data dikumpulkan
dengan cara meng-screensoot status dan komentar. Data dianalisis dengan
mengklasifikasikan, menguraikan, menginterpretasikan, dan menyimpulkan data
berdasarkan maksim dalam teori kesantunan. Berdasarkan analisis data ditemukan
penggunaan semua maksim kesantunan, dan maksim yang paling dominan
digunakan adalah maksim kemurahan dengan 37 tuturan (4 di antaranya tergolong
santun dan 33 tergolong tidak santun). Maksim lain yang digunakan yaitu maksim
kecocokan sebanyak 35 tuturan (8 tuturan tergolong santun dan 27 tuturan
tergolong tidak santun). Maksim penerimaan sebanyak 34 tuturan (3 tuturan
tergolong santun dan 31 tuturan tergolong tidak santun). Maksim kesimpatian
sebanyak 21 tuturan (5 tuturan tergolong santun dan 16 tuturan tergolong tidak
santun). Maksim kebijaksanaan sebanyak 16 tuturan (13 tuturan tergolong santun
dan 3 tuturan tergolong tidak santun). Selanjutnya, penggunaan maksim
kerendahan hati sebanyak 5 tuturan (3 tuturan tergolong santun dan 2 tuturan
tergolong tidak santun). Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan
disimpulkan bahwa kesantunan berbahasa follower pada akun twitter Joko
Widodo tergolong tidak santun. Ketidaksantunan itu antara lain disebabkan oleh
rasa kecewa penutur kepada mitra tutur, adanya perbedaan jarak lokasi yang jauh
antara penutur dan mitra tutur, kurangnya pemahaman penutur dalam memahami
tuturan mitra tutur, berpikiran negatif terhadap mitra tutur, pendidikan penutur,
dan kebiasaan penutur dalam menggunakan bahasa yang kasar.
Kata kunci: kesantunan berbahasa, maksim-maksim ujaran, penyebab
ketidaksantun.