Institusion
Universitas Bung Hatta
Author
OLVINA, SAPUTRI
Hamdi, Nur
Ezra, Aditia
Subject
TH Building construction
Datestamp
2023-02-24 08:15:43
Abstract :
Setiap perjalanan dengan kendaraan akan berakhir pada tempat parkir. Bertambahnya jumlah
kendaraan akan berdampak pada bertambahnya kebutuhan ruang parkir. Ketidakmampuan
penyediaan fasilitas parkir akan berakibat parkir di badan jalan. Sistem parkir karcis adalah
sistem parkir dibadan jalan yang paling sering digunakan kota-kota di Indonesia. Namun
sistem ini memiliki celah kebocoran. Untuk menanggulanginya kota-kota di Indonesia yang
mengusung konsep Smart City mulai menggunakan sistem parkir meter atau Smart Parking
System.Pada tahap uji coba, kota-kota di Indonesia seperti Kota Bandung dan Jakarta berhasil
menaikkan pendapata dari retribusi parkir. Berbeda dengan Kota Padang penerapan sistem
parkir meter belum terealisasi dengan maksimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui pendapat masyarakat mengenai pilihan sistem parkir dan dampak prioritas dalam
menerapkan sistem parkir on-street bagi Kota Padang menurut para ahli. Metode Analytical
Hierarchy Process adalah suatu pendekatan pengambilan keputusan berdasarkan
pertimbangan atau asumsi perseorangan/ sekelompok orang. Berdasarkan hasil analisis, sistem
parkir pilihan menurut ahli adalah sistem parkir meter dengan nilai prioritas akhir 0,77 atau
77% dan dampak prioritas adalah dampak terhadap kelancaran lalulintas dengan bobot 0,362.
Faktor prioritas dalam memilih sistem parkir secara umum adalah faktor resiko kehilangan
kendaraan dengan bobot 0,39. Sistem parkir pilihan menurut masyarakat adalah sistem parkir
meter dengan nilai prioritas akhir 0,58 atau 58%, namun jika penilaian dipisah per-segmen,
maka penjaga toko lebih memilih sistem parkir biasa dengan nilai prioritas akhir 0,59 atau
59% sedangkan mahasiswa dan pengunjung memilih sistem parkir meter dengan nilai prioritas
akhir 0,63 atau 63% untuk pilihan mahasiswa dan 0,72 atau 72% untuk pilihan pengunjung.