Abstract :
PT. XY merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan domestic,
internasional, dan pergudangan. Untuk mencapai tujuan perusahaan dalam meningkatkan peluang
bisnis, PT. XY melakukan inovasi produk house hold care yaitu produk sabun cuci piring. Produk
house hold care di indonesia merupakan unit bisnis yang cukup berkembang pesat dan dinamis,
mengingat pada saat ini produk home care atau produk kebersihan sangan menjadi prioritas pada
masa pandemic, menjadikan peluang bisnis baik bagi perusahaan. Dalam pengembangan produk
baru banyak risiko yang dapat terjadi, terutama pada risiko pasar. Produk baru selalu menghadapi
dan berhubungan dengan risiko karena risiko melekat dalam proses bisnis dan merupakan potensi
terjadinya kerugian. Maka diperlukan identifikasi risiko setelah peluncuran produk baru untuk
mengetahui faktor risiko apa saja yang menyebabkan produk baru tidak sukses di pasar. Penilitian
ini melakukan identifikasi risiko, penilian risiko dan mitigasi risiko. Untuk mencapai tujuan tersebut,
pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dengan pihak PT. XY serta melakukan
penyebaran kuesioner hasil dari wawancara dengan pihak perusahaan. Dari hasil wawancara dan
kuesioner terdapat 6 faktor risiko dan 29 variabel kejadian risiko. Setelah dilakukan pengumpulan
data, selanjutnya akan dicari faktor yang paling kritis dan dianalisa menggunakan Relative
Importance Indeks (RII). Dari analisa Relative Importance Indeks (RII) maka didapatkan hasil
bahwa faktor paling kritis adalah faktor demand dengan nilai rata-rata RII sebesar 0,641dan variabel
kejadian risiko paling kritis yaitu tinggkat Permintaan pasar yang tidak pasti dengan nilai RII sebesar
0,687. Setalah diketahui risiko paling kritis maka dilakukan Mitigasi risiko menggunakan metode
PDCA untuk mengatasi dan memberi solusi tindakan perbaiakan, PDCA memiliki 4 tahapan Plan,
Do, Check, dan Act. Dari solusi PDCA terhadap faktor risiko demand melakukan mitigasi risiko
berupa tindak perbaikan dengan melakukan inovasi, serta perbaikan produk yang menyesuaikan
kebutuhan konsumen dan melakukan analasis terhadap target pasar secara berulang dan melakukan
penelitian terhadap demografi target pasar yang dituju.