Institusion
Universitas Bung Hatta
Author
Gafri, Ulfandi
Ayu Bidiawati JR, S.T., M.Eng, Ayu Bidiawati JR, S.T., M.Eng
Subject
T Technology (General)
Datestamp
2023-03-07 08:52:56
Abstract :
Permasalahan yang sering terjadi pada UMKM pembuatan keripik pisang Alya & Alwi
adalah pengelolaan terhadap persediaan bahan bakunya, yang mengakibatkan perusahaan
mengeluarkan biaya besar pada pemesanan bahan bakunya. Salah satu penyebab kurangnya
persediaan bahan bakunya karena ada lonjakan pemesanan terhadap keripik pisang tersebut tinggi,
yang mengakibatkan kekurangan persediaan bahan baku. Penelitian dilakukan untuk pengendalian
persedianan bahan baku pembuatan keripik pisang, metode yang digunakan adalah meetode
Economic Order Quantity (EOQ) dan mrtode Periodic Order Quantity. Hasil ahkir dari penelitian
ini didapatkan Total Inventory Cost (TIC) Economic Order Quanntity (EOQ) bahan baku utama
Tandan Pisang sebesar Rp. 6.728.638, dan bahan baku pendukung Minyak Goreng sebesar Rp.
13.455.867, Gula Pasir sebesar Rp.3.355.663, Pewarna sebesar Rp.3.490.506, Plastik sebesar
Rp.10.630.692 dengan total Total Inventory Cost (TIC) Economic Order Quantity (EOQ)
keseluruhan Rp.33.031.076. Sedangkan Total Inventory Cost (TIC) Periodic Order Quantity
(POQ) bahan bahan baku utama Tandan Pisang sebesar Rp.7.694.274, dan bahan baku pendukung
Minyak Goreng sebesar Rp.47.083.850, Gula Pasir sebesar Rp.3.860.216, Pewarna sebesar
Rp.4.867.079, Plastik sebesar Rp.29.759.535 dan Total Inventory Cost (TIC) Periodic Order
Quantity (POQ) keseluruhan Rp.91.387.585. Total Iventory Cost (TIC) Economic Order Quantity
(EOQ) dengan Total Iventory Cost (TIC) Periodic Order Quantity (POQ) didapatkan efesiensi
Rp.58.356.509, dimana perbandingan terlihat jelas bahwa metode Economic Order Quantity
(EOQ) lebih efektif digunakan dibandingkan metode Periodic Order Quantity (POQ).