Institusion
Universitas Bung Hatta
Author
Synta, Synta
Yusri, Wahyuni
Fauziah, Fauziah
Subject
L Education (General)
Datestamp
2021-05-27 04:25:28
Abstract :
Salah satu faktor penyebab rendahnya kemampuan pemecahan masalah
siswa adalah saat proses pembelajaran masih banyak siswa yang kurang
serius dalam belajar. Saat guru menjelaskan materi pelajaran banyak siswa
yang kurang memperhatikan. Ketika diberikan soal yang berbeda dengan
contoh yang disajikan oleh guru kebanyakan siswa bingung dalam
menyelesaikannya. Hal ini dapat dilihat ketika siswa tidak mampu
memecahkan permasalahan matematika, terutama ketika soal disajikan dalam
bentuk soal cerita. Banyak siswa kesulitan dalam memahami soal cerita,
sehingga siswa sulit untuk menentukan permasalahan dan penyelesaiannya.
Salah satu model pembelajaran yang dipandang dapat mengatasi
permasalahan tersebut adalah model pembelajaran Logan Avenue Problem
Solving (LAPS-Heuristik).
Tujuan dalam penelitian ini adalah membuktikan kemampuan pemecahan
masalah matematika siswa yang menggunakan model Logan Avenue Problem
Solving (LAPS-Heuristik) lebih baik dari pada kemampuan pemecahan
masalah matematika siswa yang menggunakan pembelajaran biasa pada siswa
kelas VIII SMP N 3 Lembah Gumanti. Hipotesis penelitian ini adalah
kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang menggunakan
model Logan Avenue Problem Solving (LAPS-Heuristik) lebih baik dari pada
kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang menggunakan
pembelajaran biasa pada siswa kelas VIII SMP N 3 Lembah Gumanti.
Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen. Populasi
pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN 3 Lembah Gumanti
yang berjumlah 129 siswa. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah Random Sampling dengan menggunakan undian dan didapatkan kelas
VIII 2 sebagai kelas eksperimen dan VIII 4 sebagai kelas kontrol.
Variabel bebas dalam penelitian ini adalah perlakuan yang diberikan pada
kelas sampel penelitian yaitu penerapan model pembelajaran Logan Avenue
Problem Solving (LAPS-Heuristik) pada kelas eksperimen dan pembelajaran
yang menerapkan pembelajaran biasa pada kelas kontrol. Variabel terikat
dalam penelitian ini adalah kemampuan pemecahan masalah.
Data hasil tes akhir siswa yang menggunakan indikator pemecahan
masalah pada kedua kelas sampel berdistribusi normal dan homogen. Maka
untuk menguji hipotesis digunakan rumus uji-t. Berdasarkan analisis data
dengan perhitungan uji hipotesis diperoleh thitung = 70.1278 sedangkan ttabel =
1.675 karena thitung >ttabel maka hipotesis H0 ditolak berarti hipotesis yang
diterima adalah hipotesis H1.
Denga demikian, hipotesis yang diajukan diterima yaitu bahwa
kemampuan pemecahan masalah siswa dengan menerapkan model Logan
Avenue Problem Solving lebih baik dari kemampuan pemecahan masalah
siswa dengan menggunakan pembelajaran biasa pada siswa kelas VIII SMPN
3 Lembah Gumanti.
Berdasarkan hasil penelitian, penulis menyarankan agar guru matematika
SMPN 3 Lembah Gumanti dapat menerapkan model pembelajaran LAPSHeurstik
sebagai salah satu model dalam mengajar untuk meningkatkan
kemampuan pemecahan masalah pada siswa.