Institusion
Universitas Bung Hatta
Author
INDAH, RAHMA SUCI
Marsis, Marsis
Romi, Isnanda
Subject
P Philology. Linguistics
Datestamp
2020-09-28 03:27:10
Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan metode persuasi terdapat pada
iklan produk kosmetik di media televisi. Teori tentang metode persuasi yang
digunakan dalam penelitian ini adalah teori yang kemukakan oleh Jamaluddi
Kafie (1993). Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode
deksriptif. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah (1) mengumpulkan
data yang telah ditemukan, (2) mengklasifikasikan data iklan yang telah
dikumpulkan, (3) menganalisis data yang telah dikelompokkan, dan (4)
menyimpulkan hasil analisis data secara keseluruhan.berdasarkan hasil analisis.
Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan, ditemukan wacana persuasi pada
iklan produk kosmetik di media televisi menggunakan empat metode yaitu (1)
metode asosiasi, yaitu menganalisis berdasarkan kejadian yang sedang hangat
dibicarakan, contoh kutipannya yaitu, ?Panas, debu, dan kotoran.? (2) metode
icing, yaitu menganalisis pemberian slogan pada produk, contoh kutipannya yaitu
?Alami di garnier.? (3) metode pay-off dan fear-arousing, yaitu menganalisis
dengan menggambarkan hal yang menggembiran dan menakutkan, contoh
kutipannya yaitu ?Di dalam kulit wajah terdapat satu juta sel kulit mati, dengan
menggunakan produk ini dapat menggangkat sel kulit mati pada wajah?, dan (4)
metode integrasi, yaitu menganalisis dengan merasakan hal yang sama dengan
konsumen, contoh kutipannya ?Bagaimana ya kalau kita bias melihat sel-sel kulit
mati?? Metode yang dominan digunakan dalam pembuatan iklan produk kosmetik
di media televisi berdasarkan analisis data yaitu menggunakan metode pay-off dan
fear-arousing. Penggunaan metode pay-off dan fear-arousing dianggap mampu
menarik hati masyarakat untuk menggunakan produk yang dipromosikan, karena
metode ini menggambarkan hal-hal yang menggembirakan kepada calon
konsumen apabila menggunakan produk, dan tidak jarang pula mereka melakukan
tindakan yang menakut-nakuti dengan menggambarkan masalah kulit yang sering
dijumpai di masyarakat pada saat itu. Sehingga dengan cara tersebut konsumen
merasa tertarik untuk membeli dan menggunakan produk yang dipromosikan.
Kata kunci: wacana persuasi, iklan, media