Institusion
Universitas Bung Hatta
Author
Sindy, Gemaeka Putri
Yusra, Yusra
Yempita, Efendi
Subject
SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Datestamp
2020-10-12 02:45:38
Abstract :
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai April 2019 di
Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Bung
Hatta. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontaminasi fungi pada ikan asin
kering yang dipasarkan di Pasar Raya Kota Padang. Penelitian dilakukan di
Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Bung
Hatta.
Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Sampel diambil sebanyak 4
jenis ikan asin kering yaitu; ikan asin Bulu Ayam (Hemibagrus nemurus), ikan asin
Layur (Trichiurus lepturus), ikan asin Sepat (Trichopodus trichopterus), dan ikan
asin Teri (Stolephorus sp.) dari tiga orang pedagang yang berbeda dan lokasi yang
berbeda, yaitu pasar yang berada di belakang Plaza Andalas, Pasar Inpres Blok III
dan Pasar Blok Bagonjong. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive
sampling. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan disajikan
dalam bentuk tabel atau gambar. Data dari hasil isolasi akan diidentifikasi
berdasarkan buku introduction to fungi (John dan Weber, 2007) sesuai dengan
morfologi fungi yang didapat saat penelitian. Data pengujian fungi dibandingkan
dengan persyaratan mutu dan keamanan pangan ikan asin kering berdasarkan SNI
2721:1992.
Hasil identifikasi fungi pada ikan Sepat (T. trichopterus) adalah fungi jenis A.
flavus, A. niger, dan A. fumigatus, pada ikan Layur (T. lepturus) adalah fungi jenis
Penicillium sp., A. flavus, A. fumigatus dan A. niger, pada ikan Teri (Stolephorus sp.)
adalah fungi jenis A. flavus, A. niger, dan Mucor sp., pada ikan Bulu Ayam (H.
nemurus) adalah fungi jenis A. flavus, A. fumigatus, Penicillium sp., dan A. niger.
Rata-rata perhitungan fungi terbanyak pada pedagang satu adalah sebanyak 1,0 x
107cfu/ml, pada pedagang dua sebanyak 2,3 x 106cfu/ml dan pada pedagang tiga
sebanyak 1,3 x 106cfu/ml. Hal ini menunjukkan bahwa sampel yang diuji telah
melebihi batas yang ditetapkan SNI 01-2721-1992.