Institusion
Universitas Bung Hatta
Author
Al, Havidsyah
Yuspardianto, Yuspardianto
Bukhari, Bukhari
Subject
SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Datestamp
2020-10-20 04:29:54
Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi alat tangkap bagan
dan menganalisis metoda penangkapan, daerah penangkapan, dan jenis ikan yang
tertangkap. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli - Agustus 2018, di Perairan
Carocok Tarusan, Kec. Koto XI Tarusan, Kab. Pesisir Selatan, Prov. Sumatera
Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan
melakukan metode observasi melalui pengamatan langsung kelapangan, metode
wawancara dilakukan dengan cara mewawancarai nahkoda dan ABK, metode
studi pustaka yaitu penelitian yang dilakukan atas penelitian terdahulu, metode
dokumentasi melakukan pangambilan gambar. Metode pengambilan sampel
dilakukan dengan Purposive Sampling.
Kapal yang digunakan dalam penelitian ini berukuran (LOA) 20.85 M,
(BOA) 4,40 M, (Depth) 1,36 M, mesin pengerak utama Mitsubhishi Fuso tipe
6D16 kapasitas 180 PK, mesin bantu lampu Mitsubhishi 100 PK, dan mesin
penarik waring (roller) 20 PK.
Spesifikasi waring bagan : bahan waring polyethilene, berwarna hitam,
dengan ukuran mata waring 0.5 cm, panjang 25 meter, lebar 25 meter, dalam 20
meter. Panjang tali ris di setiap sisi 25 meter, berdiameter 12 mm, pemberat
menggunakan batu dengan berat 5-10 kg berjumlah 6 unit. Bingkai kapal
berbahan kayu, panjang 21.49 meter, diameter 8 cm.
Alat bantu perlengkapan penangkapan adalah lampu sorot 57 unit masingmasingnya
400 watt, lampu pijar 6 unit berdaya 200 watt, roller waring dan
jangkar 1 unit, serok atau tangguk 1 unit, GPS dan Sonar 1 unit, fiber (cold box) 4
unit.
Operasi penangkapan bagan dilakukan pada malam hari. Lampu dihidupkan
setelah matahari terbenam tujuannya untuk menarik gerombolan ikan yang
menjadi sasaran penangkapan, barulah dilakukan penurunan waring dengan
mengikat waring pada bingkai yang terdapat disisi kanan dan kiri bagan. Waring
diturunkan/setting dengan cara memutar roller dengan bantuan mesin sampai
kedalaman 50 - 60 meter. Saat penarikan alat tangkap pertama lampu dimatikan
dengan mematikan lampu pada bagian haluan kapal satu persatu sampai bagian
buritan, hingga menyisakan 2 lampu bagian kanan dan kiri kapal yang berfungsi
sebagai lampu fokus agar ikan berkumpul disekitar cahaya. Alat tangkap
ditarik/hauling menggunakan roller. Setelah bingkai alat tangkap naik keatas,
mesin roller dimatikan dan lampu dihidupkan kembali. Penarikan dilakukan
dengan melepaskan salah satu bagian sayap dengan perlahan-lahan sambil
melepaskan bagian sayap lainnya. Kemudian barulah ikan dipisahkan dari waring
ke atas kapal dengan menggunakan serok/tangguk.