Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gaya bahasa serta hubungan
Intertekstual gaya bahasa Laskar Pelangi dan Negeri Lima Menara. Teori yang
digunakan adalah teori gaya bahasa yang dikemukakan oleh Keraf (2009). Jenis
penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif, sedangkan objek
penelitian ini adalah novel Laskar Pelangi dan Novel Negeri Lima Menara dan
membandingkan kedua novel tersebut dengan menggunakan kajian Intertekstual. Teknik
pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: (1) membaca dan
memahami novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata dan novel Negeri Lima
Menara karya Ahmad Fuadi, (2) menandai kata-kata yang menggunakan gaya
bahasa pada novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata dan novel Negeri Lima
Menara karya Ahmad Fuadi, (4) mencatat gaya bahasa yang terdapat dalam novel
Laskar Pelangi karya Andrea Hirata dan novel Negeri Lima Menara karya
Ahmad Fuadi sesuai dengan teori, (5) memasukkan gaya bahasa yang ditemukan
ke dalam format inventarisasi data. Teknik pengujian keabsahan data dalam
penelitian ini adalah pertama, teknik ketekunan pengamatan. Kedua, teknik
pengujian keabsahan data dengan triangulasi. Hasil penelitian ini adalah: (1) pada
novel Laskar Pelangi ditemukan gaya bahasa sebagai berikut (a) 150 gaya bahasa retoris
antara lain 13 aliterasi, 7 asonansi, 4 anastrof, 6 asindenton, 30 polisindenton, 2 kiasmus,
13 eufemismus, 1 litotes, 1 pleonasme, 5 perifrasis, 4 erotesis, 1 koreksio, 48 hiperbol, 15
paradoks, 2 oksimoron. Artinya Andrea Hirata cendrung menggunakan gaya bahasa
retoris hiperbola. (b) 218 gaya bahasa kiasan antara lain 126 persamaan atau simile, 16
metafora, 42 personifikasi, 2 alusi, 4 eponim, 3 epitet, 14 antonomasia, 2 hipalase,1 ironi,
1 sinisme, 5 sarkasme, 2 satire. Artinya Andrea Hirata cendrung menggunakan gaya
bahasa persamaan atau simile. (2) Pada novel Negeri Lima Menara ditemukan gaya
bahasa sebagai berikut (a) 107 gaya bahasa retoris,antara lain 12 aliterasi, 5 asonansi, 2
apostrof, 7 asindenton, 7 polisindenton, 3 elipsis, 1 eufemismus, 1 litotes, 8 pleonasme, 4
prolepsis, 3 erotesis, 53 hiperbol, 1 paradoks. Artinya, Ahmad Fuadi cendrung
menggunakan gaya bahasa retoris hiperbola. (b) 137 gaya bahasa kiasan antara lain 49
persamaan atau simile, 7 metafora, 48 personifikasi, 4 eponim, 9 epitet, 4 antonomasia,
10 hipalase, 1 ironi, 1 sinisme, 1 satire, 3 inuendo. Berdasarkan uraian analisis data
disimpulkan bahwa hubungan intertektual novel Negeri Lima Menara
menggunakan prinsip recuperation yaitu perluasan atau pengembangan karya
pada novel Laskar Pelangi. Terlihat Pada kesamaan gaya bahasa dan perbedaan
gaya bahasa yang muncul.
Kata Kunci: Gaya Bahasa, Intertekstual, Novel Laskar Pelangi, Novel Negeri Lima
Menara