Abstract :
PERAN DINAS KEHUTANAN DAERAH KABUPATEN KERINCI
DALAM MENDAYAGUNAKAN HUTAN PRODUKSI MENURUT
UNDANG-UNDANG NOMOR 41 TAHUN 1999
( Studi Kasus : Mendayagunakan Hutan Produksi )
Wagiarti
1
,Dr. Sanidjar Pebrihariati R, S.H.,M.H.
1
1
,Suamperi
,S.H,.M.H
1)
Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Bung
Hatta
wagiarti.arti@gmail.com
ABSTRAK
Hutan merupakan salah satu karunia dan amanat Tuhan Yang Maha Esa
yang dianugerahkan kepada bangsa indonesia, dan merupakan kekayaan yang
dikuasai oleh negara, dan memberikan manfaat serbaguna bagi umat manusia.
Selain itu hutan juga merupakan sumber daya alam yang menepati posisi strategis
dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Hutan mempunyai manfaat antara lain
melestarikan lingkungan hidup untuk kepentingan lokal, nasional dan global.
Meningkatkan nilai tambah pendapatan nasional, pendapatan daerah dan
pendapatan masyarakat. Mendorong ekspor non migas dan gas bumi menghimpun
devisa negara bagi penumpukan modal pembangunan. Adapun perumusan
masalah yang dibahas dalam skripsi ini antara lain: Bagaimanakah tugas dan
fungsi dinas kehutanan daerah kabupaten kerinci dalam mendayagunakan hutan
produksi menurut Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 Tentang Kehutanan,
Apakah kendala-kendala yang dihadapi dinas kehutanan daerah kebupaten kerinci
dalam mendayagunakan hutan produksi menurut Undang-Undang Nomor 41
Tahun 1999 Tentang Kehutanan. Metode yang digunakan oleh penulis adalah
metode penelitian hukum sosiologis untuk mendapat data primer dan disamping
itu penulis mempergunakan penelitian kepustakaan untuk mendapatkan data
skunder, teknik pengumpulan data yang dipergunakan yakni studi dokumen dan
wawancara, dan analisa data yang dipakai yakni secara kualitatif yaitu
mengolahan data dengan tulisan.Adapun hasil penelitian diantaranya tugas fungsi
dinas kehutanan diantaranya, menyusun program kerja dan rencana anggaran
dinas kehutanan dan lingkungan hidup, menyusun prtunjuk tekhnis pelaksanaan
kegiatan penyelenggaraan dinas kehutanan kabupaten kerinci, melakukan
pembinaan, pengawasan, dan pengendalian tugas sekretaris dan kepala bidang,
mengkoordinasikam pelaksanaan tugas dan dengan instansi terkait, kepala dinsa
membantu bupati dalam kewenangan desentralisasi dibidang kehutanan dan
lingkungan hidup dan tugas lainnya diberikan kepada bupati. Kendala-kendala
yang dihadapi dinas kehutanan diantaranya, masih adanya penebangan liar, masih
adanya perambahan lahan, pemburuan liar yang dilakukan masyarakat sekitar,
kurangnya kesadaran masyarakat, tingginya peminat pasokan kayu, pembukaan
lahan dengan cara pembakaran lahan.
Kata kunci: Peran Dinas Kehutanan, Mendayagunakan, Hutan Produksi,