Institusion
Universitas Bung Hatta
Author
Ridhya, Rahmadhani
Syukma, Netti
Puspa, Amelia
Subject
L Education (General)
Datestamp
2023-07-18 07:23:06
Abstract :
Kemampuan komunikasi matematis adalah salah satu aspek yang perlu
dikembangkan dalam pembelajaran matematika. Kurang optimalnya kemampuan
komunikasi matematis siswa disebabkan karena siswa tidak terbiasa untuk
menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan dari suatu permasalahan yang
diberikan dan kurangnya pemahaman siswa mengenai konsep dan simbol
matematika, sehingga siswa sering keliru saat melakukan penyelesaian masalah
matematika. Oleh sebab itu, perlu diteliti mengenai kemampuan komunikasi
matematis siswa dalam penyelesaian masalah matemtika berdasarkan kerangka
kerja asimilasi dan akomodasi
Tujuan dilaksanakan penelitian ini adalah: 1) Untuk mengindentifikasi
kemampuan komunikasi matematis tulis siswa dalam penyelesaian masalah
matematika, dan 2) Untuk mendeskripsikan skema berpikir siswa dalam
penyelesaian masalah matematika pada tiap tingkatan kemampuan komunikasi
matematis tulis berdasarkan kerangka kerja asimilasi dan akomodasi. Penelitian
ini merupakan penelitian kualitatif. Subjek penelitian adalah 6 siswa di kelas VII.3
SMP Negeri 40 Padang yang terdiri dari 2 siswa di setiap tingkatan kemampuan
komunikasi matematis tulis, yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Instrumen
pengumpulan data berupa tes kemampuan komunikasi matematis tulis dan
wawancara. Indikator kemampuan komunikasi matematis tulis siswa yang
digunakan untuk mengumpulkan data pada penelitian ini adalah (1) Menuliskan
apa yang diketahui dari soal secara matematis, (2) Menuliskan apa yang ditanya
dari soal secara matematis, (3) Menuliskan rencana penyelesaian, (4)
Menyelesaikan masalah sesuai dengan rencana penyelesaian, (5) Mengemukakan
penyelesaian dengan metode gambar, dan (6) Menuliskan kesimpulan dari hasil
akhir permasalahan secara matematis.
UNIVERSITAS BUNG HATTAii
Berdasarkan hasil dari penelitian dapat disimpulkan bahwa 1) kemampuan
komunikasi matematis siswa dalam penyelesaian masalah matematika cukup baik
dengan skor rata-rata 29,64 dari skor ideal yaitu 48, dan 2) siswa mengalami
proses asimilasi dan akomodasi dalam menyelesaikan masalah matematika
dengan tiga bentuk skema, yaitu skema pseudo, tidak sesuai, dan imitasi.
Berdasarkan kesimpulan yang diperoleh, disarankan guru dapat membimbing
siswa untuk menentukan apa yang diketahui dan ditanya dari soal dengan
menggunakan simbol-simbol matematika yang sesuai khususnya pada soal
aplikasi, agar proses berpikir siswa saat menyelesaikan masalah matematika dapat
terstruktur dengan baik dan kemampuan komunikasi matematis tulis siswa
menjadi lebih baik.