Institusion
Universitas Bung Hatta
Author
AS, BINTANG
Lutfian, Almash
Yusri, Wahyuni
Subject
L Education (General)
Datestamp
2023-07-18 07:26:35
Abstract :
Hasil belajar siswa kelas VIII SMPN 16 Padang masih banyak di bawah Kriteria
Ketuntasan Minimum (KKM) dikarenakan siswa tidak aktif dalam proses pembelajaran,
dan masih ada siswa yang tidak menyimak saat pembelajaran. Sehingga, ketika
diberikan soal latihan hanya beberapa siswa yang mampu mengerjakannya dan yang lain
hanya menyalin jawaban dari teman. Untuk mengatasi hal tersebut dapat digunakan
model pembelajaran. Salah satunya yaitu model pembelajaran Treffinger. Dengan
menerapkan model pembelajaran ini, diharapkan dapat membantu siswa untuk lebih
aktif dalam belajar serta dapat meningkatkan perhatian siswa dalam belajar.
Tujuan dari penelitian ini yaitu: Membandingkan proporsi siswa yang mencapai
ketuntasan belajar matematika dengan menerapkan model pembelajaran Treffinger dan
proporsi siswa yang mencapai ketuntasan belajar matematika dengan
pembelajaran biasa di kelas VIII SMPN 16 Padang.
Hipotesis pada penelitian ini adalah proporsi siswa yang mencapai ketuntasan
belajar matematika dengan menerapkan model pembelajaran Treffinger lebih tinggi dari
pada proporsi siswa yang mencapai ketuntasan belajar matematika dengan menerapkan
model pembelajaran biasa di kelas VIII SMPN 16 Padang.
Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen. Populasi dalam
penelitian ini adalah semua siswa kelas VIII SMP N 16 Padang pada tahun
pelajaran 2017/2018. Kelas sampel terdiri dari dua kelas yaitu kelas eskperimen dan
kelas kontrol. Untuk pengambilan kelas sampel dilakukan secara acak setelah
menghilangkan salah satu kelas populasi yaitu kelas VIII.I.
Untuk pengujian hipotesis digunakan uji-t pada taraf ? = 0,05. Dari hasil
perhitungan diperoleh
( ) < p <
( ) atau 0,025 < p < 0,05. Karena peneliti
menggunakan ? = 0,05, makap < berarti
H0
ditolak dan
H1
diterima. Dengan
demikian, dapat disimpulkan bahwa proporsi siswa yang mencapai ketuntasan belajar
matematika yang pembelajarannnya menggunakan model pembelajaran Treffinger lebih
tinggi dari proporsi siswa yang mencapai ketuntasan belajar matematika yang
pembelajarannya menggunakan metode pembelajaran biasa.