Abstract :
Peran Unit Pelayanan Perempuan Dan Anak (PPA) Satuan Reserse
KRIMINAL (Satreskrim) Kepolisian Resor Kota Padang Dalam Penerapan
Prinsip Restorative Justice Kepada Anak Sebagai Pelaku Tindak Pidana
Ricy Priscylia
1
1
, Uning Pratimaratri
1
,
Yetisma Saini
1
Prodi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Bung Hatta
Email: Ricypriscylia@gmail.com
ABSTRAK
Anak sebagai pelaku Tindak Pidana penyelesaiannya dilakukan oleh Penyidik
PPA melalui pendekatan keadilan restoratif dengan cara melibatkan pelaku,
korban, keluarga pelaku/korban sebagaimana yang tercantum pada Pasal 5 ayat
(1) Undang-undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana
Anak. Terdapat kasus tindak pidana pencurian yang dilakukan oleh anak di
Kepolisian Resor Kota Padang Sektor Padang Timur diselesaikan dengan
menerapkan prinsip restorative justice. Rumusan masalah 1. Bagaimanakah peran
Unit PPA dalam penerapan prinsip restorative justice kepada anak sebagai pelaku
tindak pidana di Kepolisian Resor Kota Padang? 2. Apa sajakah hambatan yang
ditemui di Kepolisian Resor Kota Padang? Jenis penelitian melalui penelitian
hukum sosiologis. Sumber data digunakan primer dan sekunder. Teknik
pengumpulan data melalui wawancara dan studi dokumen. Data dianalisis secara
kualitatif. Simpulan hasil penelitian 1) Peran Unit pelayanan perempuan dan Anak
(PPA) dalam melaksanakan fungsinya bekerjasama dengan berbagai lembaga dan
instansi pemerintah, seperti LBH, KPAI, P2TP2A dan BAPAS, serta Dinas
Sosial. 2) Hambatan yang ditemui adalah (1) kurangnya SDM atau Polisi Wanita
di Unit PPA Kepolisian Resor Kota Padang (2) kesulitan dalam memanggil para
pihak yang berkonflik dengan hukum yaitu korban, pelaku, keluarga korban dan
keluarga pelaku, serta Bapas (3) tidak tercapainya membayar ganti kerugian oleh
pelaku kepada korban.
Kata Kunci: Peran, PPA, Restorative Justice, Pelaku.