Institusion
Universitas Bung Hatta
Author
TAUFIQ, GERRY ERNALDO
Ezra, Aditia
Haryani, Haryani
Subject
TH Building construction
Datestamp
2023-08-18 06:50:05
Abstract :
Kabupaten Pesisir Selatan merupakan salah satu penyebaran titik api paling
banyak selama 5 tahun daerah Sumatera Barat, (BPPD Prov.Sumbar), yang tersebar
di seluruh kawasan hutan dan lahan. Luasan Kawasan hutan dan lahan di Kabupaten
Pesisir Selatan lebih dari 50%. Masa jangka kebakaran hutan dan lahan ini tidak
dapat diperkirakan atau dijangkakan waktunya. Oleh sebab itu perlu adanya Kajian
ancaman kebakaran hutan dan lahan yang berada di Kabupaten Pesisir Selatan akan
dengan menggunakan SIG (Sistem Informasi Geografis), agar dapat dilakukan
pencegahan dini, terhadap permukiman yang terancam bahaya terhadap kebakararan
hutan dan lahan.
Kajian ini difokuskan terhadap permukiman di Kabupaten Pesisir Selatan
mengunakan indeks indikator dengan menggunakan Sistem Informasi Geospasial
(SIG), serta mengetahui penerapan penataan ruang berbasis kebencanaan khususnya
kebakaran hutan pada Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) 2010-2030.
Klasifikasi ancaman kebakaran hutan dan lahan setiap kecamatannya,
selanjutnya di Super Impose atau overlay dengan data permukiman RTRW 2010- 2030 serta pemanfaatan ruang dengan menggunakan perangkat Lunak sistem
infomasi geospasial(ArcGIS dan sejumlah elemen yang berkenaan dengan masalah
dan unit yang diteliti penyusunan mendeskriptifkan lokasi secara keseluruhan fisik
mengenai kawasan hutan, lahan perkebunan, semak belukar, kawasan pertanian,
iklim dan jenis tanah.
Permukiman yang terancam tinggi di Kecamatan Basa Balai Tapan, Batang
Kapas, Bayang, IV Jurai, Lengayang, Linggo Sari, Lunang Silaut, Pancung Soal,
Ranah Pesisir, Sutera, dengan daaerah yang terluas adalah Kecamatan Basa Balai
Tapan.
Kata Kunci: Pencegahan Dini, Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan,
Sistem Informasi Geospasial (SIG)