Institusion
Universitas Bung Hatta
Author
Nidiya, Rahmatul Putri
Khadavi, Khadavi
Robby, Permata
Subject
TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Datestamp
2023-08-23 04:14:18
Abstract :
Indonesia merupakan wilayah yang dilalui oleh tiga lempeng tektonik, yaitu Eurasia,
Indo-Australia dan Pasifik. Hal ini meneyebabkan sering terjadi gempa bumi di
Indonesia baik skala kecil sedang maupun kuat. Untuk itu diperlukan upaya untuk
meminimalisi kerusakan yang terjadi akibat gempa tersebut. Salah satunya yaitu
dengan menambahkan base isolation pada gedung. Tugas akhir ini bertujuan untuk
mengetahui perbedaan perioda dari struktur gedung konvensional dan gedung dengan
penambahan base isolation. Gedung yang direncanakan diasumsikan berfungsi
sebagai rumah sakit dengan tinggi total 14,5 meter, panjang 48 meter dan lebar 19
meter. Perhitungan struktur gedung ini dilakukann menggunakan bantuan aplikasi
yang mengacu pada SNI 1726:2012 tentang Tata Cara Perencanaan Ketahan Gedung
untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non-Gedung, SNI 1727:2013 tentang Beban
Minimum untuk Perencanaan Bangunan Gedung dan Struktur Lain dan SNI 03-
2847:2013 tentang Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung. Hal yang
diperbandingan yaitu berupa perioda struktur. Dari hasil perhitungang ini diperoleh
bahwa gedung dengan penambahan base isolation mengalami peningkatan perioda
alami. Nilai perioda pada strukrur gedung konvensional dan gedung dengan base
isolation berturut-turut yaitu 0,524 detik dan 1,062 detik. Hal ini menyebabkan gaya
gempa yang bekerja pada struktur menjadi lebih kecil.
Kata kunci : gempa bumi, base isolation, perioda.