Institusion
Universitas Bung Hatta
Author
Ronny, Mardiansyah
Hendri, Warman
Robby, Permata
Subject
TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Datestamp
2023-08-23 07:55:36
Abstract :
Indonesia terletak pada pertemuan tiga lempeng tektonik dunia, yaitu lempeng Eurasia, IndoAustralia dan Pasifik. Hal ini menyebabkan sebagian wilayah Indonesia sangat rentan terhadap
bencana gempa bumi. Pada bangunan struktur gedung harus direncanakan sedemikian rupa
supaya bangunan bisa menahan beban gempa yang terjadi. Tugas akhir ini bertujuan,
merencanakan bangunan 5 lantai dari beton bertulang yang difungsikan sebagai gedung
perkantoran diwilayah Kota Padang, dengan total ketingian gedung 18,5 m, berpedoman pada
SNI 2847-2013, SNI 1726-2002 dan SNI 1726-2012. Analisis struktur dengan pemodelan gedung
3D dengan Metode Analisa SRPMK, dengan penentuan gaya gempa mengunakan Metode
Analisa Statik Ekivalen. Berdasarkan perbandingan SNI 1726-2002 dengan SNI 1726-2012
terjadi peningkatan nilai koefesien (c) respon spektum pada setiap jenis pemodelan tanah, sehinga
momen lentur pada balok arah-Y dan arah-X juga ikut mengalami peningkatan jumlah
penulangan yang digunakan, sama halnya pada bagian pondasi juga terjadi peningkatan jumlah
pengunaan tiang pancang dalam satu pile cap untuk setiap jenis pemodelan tanah. Sehingga itulah
yang menjadi penyebab terjadinya peningkatan selisih harga bangunan jika diberi beban gempa
SNI 1726-2002 dan SNI 1726-2012 untuk tanah lunak mengalami peningkatan harga sebesar
18 %, tanah sedang mengalami peningkatan harga sebesar 17 %, dan tanah keras mengalami
peningkatan harga sebesar 16 %.
Kata kunci : struktur gedung, gempa, tiang pancang.