Institusion
Universitas Bung Hatta
Author
Bobby, Williems
Yani, Ridal
Subject
TK Electrical engineering. Electronics Nuclear engineering
Datestamp
2023-09-05 06:19:04
Abstract :
Perencanaan jaringan distribusi tidak lepas dari penentuan besarnya daya
atau beban rangkuman. Dalam perencanaan jaringan listrik, penentuan kuat arus
pada ukuran penampang dan jenis penghantar yang dipilih sesuai dengan standar
nasional indonesia(SNI) dan standar perusahaan listrik negara(SPLN) agar
pendistribusian listrik bekerja dengan baik. Hal lain yang juga sangat penting untuk
di analisa adalah drop tegangan dan losses. Drop tegangan dan losses merupakan
salah satu parameter kualitas suatu jaringan. Berdasarkan rekomendasi Nasional
Electrical Code (NEC) batas toleransi yang diperboleh untuk tegangan ditetapkan
maksimum 5% dan minimum 5% dari kondisi normal sedangkan losses diusahakan
sekecil mungkin karena berkaitan dengan kerugian finansial. Dalam penelitian ini
penulis akan merencanakan saluran udara tegangan menengah (SUTM) sepanjang
1800 meter dengan konduktor AAAC 70 mm2 menggunakan 34 batang tiang beton
11 meter 200 daN dan saluran udara tegangan rendah (SUTR) sepanjang 1700 meter
dengan kabel TCAL 3x70+1x50mm2 menggunakan 12 batang tiang beton 9 meter
100 daN, sebagian TR ada yang menompang ke konstruksi tiang TM serta terdapat
2 unit trafo distribusi berkapasitas 100 kVA menggunakan 4 batang tiang beton 13
meter 350 daN. Jenis konstruksi tiang yang digunakan untuk SUTM ialah TM1=17
unit, TM2=11 unit, TM3=1 unit, TM4=1 unit,TM10=1 unit, dengan schoor E-1=11
unit, E-2=2 unit dan untuk SUTR menggunakan konstruksi TR1=17 unit, TR2=8
unit, TR3=6 unit, TR6=1 unit. Hasil perhitungan drop tegangan SUTM 20 kV
maksimum didapatkan 0,0276% dengan losses 0,00059% dan hasil drop tegangan
SKUTR maksimum didapatkan 3,908% dengan losses 2,102%. Adapun biaya yang
dibutuhkan untuk membangun jaringan distribusi ini adalah sebesar Rp866.452.800
Kata kunci : SUTM, SUTR, Trafo Distribusi, RAB, Drop Tegangan