Institusion
Universitas Bung Hatta
Author
Amri, Kurniyadi
Rini, Mulyani
Khadavi, Khadavi
Subject
TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Datestamp
2023-09-05 08:00:18
Abstract :
Transportasi udara sebagai salah satu sub sektor transportasi yang
termuda telah menunjukkan perkembangan yang demikian pesat.
Kemajuan di bidang penerbangan telah merubah wajah dan peta
perkembangan perekonomian, mobilitas penduduk, dan pembangunan
secara luas. pembangunan bandar udara memberi dampak sosial ekonomi
bagi kehidupan masyarakat ke depannya, baik secara positif maupun
negatifUntuk menunjang sektor pariwisata saat ini, Kabupaten Kerinci telah
memiliki sebuah bandar udara yang bernama Depati Parbo Pada saat ini
terdapat wacana untuk pengembangan bandar udara ini, khususnya dari
pemerintah setempat, tetap dianggarkan dari APBN dan APBD baik
kabupaten maupun provinsi. studi kelayakan atau feasibility study
merupakan suatu penelitian yang dilakukan untuk menentukan apakah suatu
proyek layak atau tidak untuk dilaksanakan. Studi ini merupakan jalan untuk
meminimalkan terjadinya penghamburan biaya proyek di masa yang akan
datang.Fokus utama pada penelitian ini adalah mengidentifikasi
parameter aspek teknis aspek finansial dan bagaimana hubungannya
terhadap tata ruang regional. Metodologi yang digunakan adalah
metode gabuangan (kualitatif dan kuantitatif) dimulai dari observasi
studi literatur dan wawancara. Dari segi aspek teknis, yaitu aspek
kebencanaan Bandara Depati Parbo berada pada zona rawan gempa
bumi upaya mitigasi yang bisa dilakukan adalah mengevaluasi dan
merenovasi struktur bangunan agar memiliki ketahanan terhadap
bencana gempa bumi, dari segi Rencana Tata Ruang Wilayah baik
provinsi maupun kabupaten pengembangan Bandara Depati Parbo
sudah sesuai dengan tata guna lahan, rencana struktur ruang, kemudian
dari segia aspek kebandarudaraan Pengembangan Bandara Depati
Parbo sudah sesuai dengan undang-undang nomor 1 tahun 2009 tentang
penerbangan dan sudah sesuai dengan keputusan menteri perhubungan
nomor 166 tahun 2019 tentang tatanan kebandarudaraan nasional,
selanjutnya dari segi aspek finansial diperoleh nilai NPV
Rp.12.441.161.179,80 (NPV > 0 bandara layak untuk dikembangkan),
dengan catatan perluadanya optimalisasi pendapatan bandara BCR 9,70
(BCR ? 1 bandara layak untuk dikembangkan) IRR 41% MARR 12%
(IRR>MARR bandara layak dikembangkan) secara keseluruahan
dinyatakan ?layak secara teknis dan finansial?
Kata kunci : Studi Kelayakan, Aspek Teknis, Aspek
Finansial