Institusion
Universitas Bung Hatta
Author
Wandi, Afrizal
M. Amri, M. Amri
Abdullah, Munzir
Subject
SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Datestamp
2023-09-08 03:41:07
Abstract :
Udang Vannamei adalah salah satu komoditas unggulan perikanan budidaya air
payau yang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi sehingga berkontribusi
cukup besar terhadap pertumbuhan eksport, penyerapan tenaga kerja dan
peningkatan ekonomi masyarakat. Sebagai varietas unggulan, udang vanname
memiliki banyak kelebihan dilihat dari aspek teknis budidayanya, seperti lebih
adaptif, lebih tahan penyakit , cepat tumbuh, siklus budidaya yang relatif pendek
atau sekitar 90-100 hari, sintasan hidup yang relatif tinggi, serta efisien dalam
penggunaan pakan. Pertumbuhan udang vanname yang baik ditunjukkan oleh
kondisi performa pertambahan bobot dan ukuran udang yang proporsional
dan berimbang sesuai dengan perkembangan umur pemeliharaan udang. Hal
tersebut dipengaruhi oleh kualitas pakan serta kandungan nutrisi pada pakan
tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk pengkajian pengaruh pemberian jenis
pakan komersil berbeda terhadap laju pertumbuhan udang vanname. Metode yang
digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen yang disusun
menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL). Perlakuan yang diuji
dalam penelitian ini adalah: (A) pemberian pakan komersil kode A, (B) pakan
komersil kode B dan (C) pakan komersil kode C. Selama pemeliharan 60 hari,
udang diberi pakan komersial dosis 5% dari biomassa/hari, setiap perlakuan
diulang sebanyak 3 kali ulangan. Padat tebar yang dipakai yaitu 150 ekor/m
dengan isi 300 ekor udang perbak. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat
disimpulkan Pemberian jenis pakan komersil berbeda berpengaruh signifikan
terhadap pertumbuhan berat mutlak, laju pertumbuhan spesifik, efisiensi pakan
dan rasio konversi pakan udang vanname (P<0,05), tetapi tidak berpengaruh
signifikan terhadap tingkat kelangsungan hidup dan pertumbuhan panjang mutlak
udang vanname (P>0,05).
Kata Kunci: Udang Vanname, Pertumbuhan, Pakan Komersil