Institusion
Universitas Bung Hatta
Author
Insanul, Fikri
Indra, Nisja
Subject
TK Electrical engineering. Electronics Nuclear engineering
Datestamp
2023-09-18 02:02:56
Abstract :
Harmonisa adalah gangguan yang terjadi pada sistem distribusi tenaga listrik
akibat terjadinya distorsi gelombang arus dan tegangan. Distorsi terjadi karena
perubahan atau penyimpangan pada gelombang. Pada dasarnya, harmonisa
adalah gejala pembentukan gelombang-gelombang dengan frekuensi berbeda yang
merupakan perkalian bilangan bulat positif dengan frekuensi dasarnya. Hal ini
disebut frekuensi harmonisa yang timbul pada bentuk gelombang aslinya
sedangkan bilangan bulat pengali frekuensi dasar disebut angka urutan harmonisa.
Misalnya, frekuensi dasarsuatu sistem tenaga listrik adalah 50 Hz, maka harmonisa
keduanya adalah gelombang dengan frekuensi sebesar 100 Hz, harmonisa ketiga
adalah gelombang dengan frekuensi sebesar 150 Hz dan seterusnya. Gelombang?gelombang ini kemudian menumpang pada gelombang murni/aslinya sehingga
terbentuk gelombang cacat yang merupakan jumlah antara gelombang murnisesaat
dengan gelombang hormoniknya. Harmonisa tidak bisa dihilangkan secara
keseluruhan, tetapi dapat diredam nilainya sampai berada dalam batas aman.
Banyak cara yang bisa dilakukan untuk meredam harmonisa, tetapi yang paling
sering dilakukan adalah dengan pemasangan filter pasif pada sistem kelistrikan.
Sebelum merencanakan sebuah filter, terlebih dahulu kita harus melakukan studi
harmonisa untuk mengetahui kondisi harmonisa di sistem kelistrikan tersebut
menggunakan softwere ETAP.